Palembang, Katasulsel.com — Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwas Diradja, meledak bak mercon basah.
Nama Willie Salim, influencer yang viral dengan konten rendang 200 kg hilang, kini jadi sasaran amarahnya.
Tak tanggung-tanggung, Sultan mengeluarkan maklumat yang isinya lebih pedas dari sambal lado ijo. Intinya? Willie diancam “haram” menginjakkan kaki di Palembang seumur hidup.
“Kami kutuk Willie Salim! Haram dia ke Palembang kalau tidak mau ikut aturan kami,” tegas Sultan dengan nada yang tak bisa lebih serius lagi.
Maklumat ini bukan sekadar gertakan sambal. Sultan bahkan mendesak Willie untuk meminta maaf langsung di hadapan rapat adat Kesultanan Darussalam. Video permintaan maaf di medsos? Nggak laku.
Willie juga diwajibkan mengikuti tradisi tepung tawar ala Melayu Palembang. Kalau nggak tahu apa itu tepung tawar, ya, itu semacam ritual adat untuk membersihkan diri dari kesalahan.
Sultan bahkan mengutip kitab Undang-Undang Simbur Cahaya sebagai dasar hukumnya. Serius banget, kan?
Tapi tunggu dulu, drama ini nggak berhenti di situ. Sultan juga meminta semua video rendang 200 kg dihapus dari media sosial. YouTube, Instagram, Facebook—semua harus bersih dari jejak rendang ala Willie. Kalau tidak? Ya, siap-siap saja menghadapi kutukan Sultan yang katanya berlaku seumur hidup.
Sementara itu, di sudut lain cerita, Willie Salim tampak kebingungan menghadapi badai ini.
Dalam pernyataannya, Willie sudah minta maaf dan membantah bahwa konten rendang hilang itu rekayasa.
“Jujur, ini salah saya karena kurang persiapan,” katanya sambil mencoba tersenyum pahit.
Willie juga mengaku tak kecewa rendangnya hilang. Bahkan ia senang melihat antusiasme warga Palembang yang luar biasa. “Rendang ini memang untuk dibagikan ke warga,” ujarnya sambil menambahkan bahwa ini adalah pelajaran berharga baginya.
Namun, permintaan maaf Willie tampaknya tidak cukup untuk meredakan amarah Sultan dan warga Palembang.
Bahkan, kasus ini sudah masuk ranah hukum. Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Bagus Suropratomo Oktobrianto mengonfirmasi bahwa ada dua laporan terkait kasus ini.
Jadi, apa pelajaran dari semua ini? Jangan main-main dengan rendang dan adat istiadat Palembang. Karena kalau salah langkah, bukan cuma rendang yang hilang—reputasi dan akses ke kota pun bisa ikut lenyap.
“Kemudian poin kelima yang terakhir, apabila Willie Salim tidak mengindahkan pesan ini atas nama Kesultanan Palembang Darussalam menyatakan kutukan kepada Willie Salim dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang hidupnya. Demikian maklumat ini saya sampaikan agar menjadi pelajaran bagi semuanya,” ujar Sultan dengan nada tegas seperti dikutip detikcom, Selasa (25/3). (*)
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan