
Sidrap, katasulsel.com – Siapa sangka, hutan di Sidrap ternyata menyimpan teror yang tak terlihat.
Seekor piton raksasa, yang selama ini diam-diam mengintai, akhirnya menunjukkan taringnya lagi.
Kali ini, sasarannya seorang nenek bernama Hasiah, 66 tahun, warga Lampiring, Kelurahan Batu, Kecamatan Pituriase.

Selasa (1/4/2025), Hasiah pergi ke hutan seperti biasa. Rutinitas yang sudah ia jalani bertahun-tahun. Siang berlalu, sore datang, tapi ia tak kunjung pulang.
Putranya, Nurdin Simanteng, mulai cemas. Ada firasat buruk yang menggelayut di pikirannya.
Bersama warga, Nurdin menelusuri jejak sang ibu. Di tengah sunyi rimbunnya pepohonan, mereka menemukan botol air minum milik Hasiah.
Tak jauh dari sana, seekor ular piton tampak tergeletak. Perutnya membesar tak wajar.
Langkah mereka terhenti. Napas tertahan. Bulan bersinar samar, menerangi siluet yang mengerikan—ada sesuatu dalam perut ular itu.
“Kami cari sampai malam. Lalu, kami lihat ular besar yang tidak bisa bergerak. Perutnya menggembung dan ada bentuk tubuh manusia,” kata Nurdin, suaranya bergetar di rumah duka.
Warga tak menunggu lama. Dengan parang di tangan, mereka membelah perut piton itu.
Yang mereka temukan membuat malam itu menjadi malam paling mengerikan di Sidrap. Hasiah, sudah tak bernyawa, keluar dari perut ular.
Suasana desa berubah. Mencekam.
Apa yang dialami nek Hasiah ini, kembali mengingatkan warga peristiwa setahun lalu, saat Farida, warga Dusun 3 Paraja, Desa Kalempang, juga menjadi korban piton.
Dua nyawa melayang dalam dua tahun berturut-turut. Ini bukan lagi kejadian biasa.
Namun, satu hal yang jelas, jika tidak ada tindakan cepat, kejadian tragis ini bukan tak mungkin akan terulang kembali.
Pemerintah, aparat desa, serta pihak terkait perlu turun tangan. Apakah perlu pemasangan perangkap? Atau upaya relokasi ular-ular besar ke habitat yang lebih aman?
Warga tidak bisa terus hidup dalam ketakutan. Kejadian dua tahun berturut-turut ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak.
Jangan sampai ada korban berikutnya sebelum langkah konkret diambil.(*)
Tinggalkan Balasan