
“Mereka tidak punya pilihan lain. Ini bukan salah ular, tapi salah kita yang merusak rumah mereka,” tambah Ahlan.
Ahlan pun menekankan bahwa solusi jangka panjang harus dimulai dari rehabilitasi hutan.
“Kita harus hentikan penebangan liar. Mulai tanam ulang pohon-pohon yang hilang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat tentang menjaga keseimbangan ekosistem agar tragedi seperti ini tidak terulang.

Hutan bukan hanya rumah bagi ular piton, tetapi juga bagi ribuan spesies lain yang saling terhubung dalam jaring kehidupan.
Ketika satu bagian rusak, seluruh sistem ikut terguncang, “Sekali lagi. Penebangan liar dan perambahan hutan wajib disetop. Lalu, areal perkebunan dan pertanian tanaman palawija perlu ditingkatkan,” sarannya. (*)
Tinggalkan Balasan