Jakarta, katasulsel.com — Skema pressing tinggi ala Shin Tae-yong bisa makin ngeri kalau PSSI serius menyisir Eropa, terutama Jerman.
Negeri panzer ini ternyata menyimpan “harta karun” bernama Laurin Ulrich. Pemain muda 20 tahun ini bukan sembarang talenta—dia gelandang serang jebolan akademi top Bundesliga, VfB Stuttgart.
Saat ini, dia masih main buat Stuttgart II di kasta ketiga Liga Jerman. Tapi jangan salah, jam terbangnya udah setinggi drone. Udah 20 caps di Timnas Jerman U-16 sampai U-19.
Laurin bukan hanya piawai ngerancang serangan dari tengah, tapi juga punya kelebihan: aliran darah Surabaya mengalir di tubuhnya. Iya, kakeknya dari pihak ayah lahir di Kota Pahlawan.
Artinya, dia masuk kategori diaspora dan bisa banget dinaturalisasi buat memperkuat Timnas Garuda.
Ini ibarat dapet playmaker bonus DNA lokal. Umpan-umpannya bisa ngasih warna baru di lini tengah Timnas, yang selama ini lebih sering ngandelin gaya bermain cepat dan agresif.
Ulrich bisa jadi jembatan antara teknik Eropa dan semangat Asia Tenggara. Kalau PSSI main cepat, Laurin bisa jadi “rekrutan musim panas” paling berfaedah sebelum Kualifikasi Piala Dunia makin mepet.
Dengan kemampuan adaptasi, pengalaman internasional sejak level junior, dan usia yang masih panjang, dia ibarat “wonderkid” yang tinggal disapa.
Kalau PSSI mau main gaya total football, ya pemain kayak Laurin ini wajib dikunci dari sekarang. Jangan sampai negara tetangga duluan yang ngelirik.
Buat Timnas, ini bukan cuma soal darah. Ini soal visi. Dan Laurin Ulrich punya dua-duanya.(*)
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan