Aksi penikaman yang dilakukan AA mengakhiri pertikaian itu dengan darah dan duka. Warga yang melihat kejadian segera menghubungi aparat desa dan kepolisian. Namun sayang, nyawa Azis tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara.
Kapolsek Bajeng, Iptu M. Haris, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pelaku telah berhasil diamankan beberapa saat setelah insiden.
Tim Inafis dan Satreskrim Polres Gowa bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sebilah badik, potongan besi, handphone, serta sepeda motor korban.
“Motif utama masih kami dalami. Tapi dugaan awal mengarah pada konflik rumah tangga yang telah lama membara antara korban dan pelaku,” ungkap Iptu Haris kepada awak media.
Jasad korban kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses autopsi lebih lanjut. Sementara itu, AA tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Bajeng.
Tragedi ini menjadi cermin betapa persoalan keluarga yang tak terselesaikan dapat menimbulkan ledakan emosi yang mematikan.
Warga setempat berharap pihak berwenang tidak hanya menindak secara hukum, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada problem sosial dan psikologis yang mungkin tersembunyi di balik insiden tersebut.(*)
Editor: Tipue Sultan
Tidak ada komentar