Enrekang, katasulsel.com – Infrastruktur jalan kembali menjadi fokus perhatian di Kabupaten Enrekang. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Saharuddin, ST., MM, menegaskan bahwa tiga ruas jalan provinsi di wilayah ini resmi masuk dalam program preservasi jalan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Saharuddin saat melakukan pengawasan APBD Sulsel di Desa Paladang, Kecamatan Maiwa, dan Desa Tindalun, Kecamatan Anggeraja, Jumat (29/8/25). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas jalan sebagai penopang utama mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tiga ruas jalan yang kami perjuangkan, yaitu Salo Karajae–Sidrap sepanjang 9,02 km, Kabere 4,56 km, serta Kotu–Masalle dengan panjang 43,46 km, kini masuk daftar prioritas preservasi Pemprov Sulsel,” jelasnya.
Saharuddin, yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel, menyebut perhatian lebih pada ruas-ruas jalan di Enrekang merupakan wujud nyata keselarasan visi pembangunan daerah dengan arah kebijakan pemerintah provinsi. Ia menyebut, jalan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga jalur penghubung kesejahteraan.
“Dengan adanya program ini, kita ingin memastikan masyarakat Enrekang merasakan manfaat langsung. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menghubungkan antarwilayah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” tutur politisi yang akrab disapa Ajisaka.
Tak hanya itu, ia mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut mengawal jalannya proyek infrastruktur. Menurutnya, transparansi dan pengawasan publik sangat penting agar anggaran terserap maksimal dan pembangunan tepat sasaran.
“Kami mengajak warga ikut mengawasi. Dengan begitu, hasil pembangunan bisa sesuai harapan, tidak sekadar formalitas,” tegasnya.
Langkah Pemprov Sulsel melalui program preservasi jalan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat Enrekang. Jalan yang mulus dan terawat akan menjadi motor penggerak pembangunan, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional. (ZF)
Editor: Awis
Tidak ada komentar