Sembilan Bulan Memimpin, Sidrap Borong Tiga Penghargaan Nasional di Penghujung 2025Makassar, katasulsel.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Hj. Nur Kanaah, mencatatkan capaian besar di tingkat nasional.
Dalam kurun waktu sembilan bulan sejak dilantik, Sidrap berhasil meraih tiga penghargaan nasional sekaligus pada penghujung tahun 2025, menjadikan daerah ini salah satu yang paling progresif dalam percepatan kinerja pemerintahan. Selama sembilan bulan kepemimpinannya, duet pemimpin daerah SAR–Kanaah ini juga telah beberapa kali menerima penghargaan lainnya, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional, dari berbagai sektor pembangunan.
Tiga penghargaan tersebut yakni STBM Award 2025 (Swasti Saba Padapa) dari Kementerian Kesehatan RI, TP2DD Terbaik BI Award 2025 dari Bank Indonesia, serta Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 dari PB PGRI.
Ketiganya diterima di Jakarta dan menjadi bukti bahwa kinerja pemerintahan baru di Sidrap menunjukkan tren akselerasi yang kuat.
Pada sektor kesehatan, Sidrap meraih penghargaan Swasti Saba Padapa karena dinilai berhasil mempercepat implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang meliputi lima pilar utama.
Program ini disebut mengalami peningkatan signifikan berkat perubahan pola kerja birokrasi dan percepatan monitoring di lapangan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr. Ishak Kenre, menegaskan capaian ini murni hasil kerja terukur.
“Kami menerapkan pendekatan berbasis data. Semua desa dipetakan dan setiap intervensi diarahkan sesuai kebutuhan aktual. Ritme kerja berubah sangat cepat sejak pemerintahan baru berjalan,” ujarnya.
Sidrap juga meraih TP2DD Terbaik BI Award 2025, sebuah penghargaan yang menilai keberhasilan daerah dalam digitalisasi transaksi keuangan.
Sidrap dinilai menunjukkan lompatan besar dalam membangun ekosistem pembayaran digital, peningkatan PAD, serta transparansi belanja pemerintah. Dalam sembilan bulan, Sidrap berhasil mengadopsi digital-first governance, menjadikan teknologi digital sebagai fondasi utama tata kelola fiskal.
Di sektor pendidikan, Sidrap mendapat Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 karena dinilai memiliki komitmen kuat meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
Penguatan kompetensi guru, revitalisasi fasilitas sekolah, hingga perluasan akses pendidikan inklusif menjadi faktor penilaian utama. Pemerintah daerah dinilai konsisten dalam memperbaiki mutu pendidikan sejak awal masa jabatan.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, memberikan apresiasi atas pencapaian berbagai prestasi tingkat nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu mencerminkan kualitas kepemimpinan yang bekerja dengan kesungguhan.
“Penghargaan ini sebagai wujud kerja nyata dari kepemimpinan beliau berdua. Memimpin dengan ketulusan, bekerja dengan aksi nyata dan dibuktikan dengan prestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian Sidrap dalam waktu singkat bukan hanya prestasi administratif, tetapi juga menunjukkan perubahan kultur kerja birokrasi menuju pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.
Menurutnya, sinergi kepemimpinan Bupati Syaharuddin dan Wakil Bupati Nur Kanaah menjadi salah satu faktor yang memperkuat konsolidasi pembangunan di berbagai sektor.
Sejumlah pengamat daerah menilai tiga penghargaan ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga arah baru pembangunan Sidrap.
Pemerintahan Syaharuddin–Kanaah disebut berhasil memulai fondasi pembangunan berbasis data, mempercepat layanan publik, serta memperkuat efektivitas tata kelola pemerintahan. Meski baru bekerja sembilan bulan, Sidrap disebut sudah masuk jalur percepatan pembangunan yang terukur.
Di tengah persaingan antardaerah, Sidrap kini tampil sebagai salah satu kabupaten yang mengalami akselerasi nyata.
Tiga penghargaan nasional di akhir 2025 menjadi sinyal kuat bahwa Sidrap berada pada arah yang tepat dan bahwa percepatan kinerja birokrasi berhasil diterjemahkan menjadi prestasi konkret di tingkat nasional.
Pemerintah Kabupaten Sidrap menyatakan akan menjaga momentum ini untuk memperkuat program prioritas dan memastikan pembangunan berjalan merata hingga ke pelosok. (edy)
Tidak ada komentar