Jakarta, Katasulsel.com — Percepatan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor industri mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang lebih aman, adaptif, dan siap menghadapi lonjakan data di masa depan.
Melihat perkembangan tersebut, ALE International (Alcatel-Lucent Enterprise) menggelar ALE AI Forum 2026: Enabling Indonesia’s Intelligent Digital Infrastructure di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Forum ini mempertemukan para pemimpin teknologi informasi dan komunikasi (TIK), inovator digital, pengambil kebijakan bisnis, hingga mitra teknologi untuk membahas bagaimana AI, jaringan cerdas, dan sistem data center modern mulai mengubah wajah operasional perusahaan di Indonesia.
Dalam forum tersebut, peserta membahas perkembangan ekosistem AI di Indonesia, penerapan teknologi kecerdasan buatan di dunia industri, hingga pemanfaatan otomatisasi cerdas dan analitik data dalam memperkuat infrastruktur digital.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Tak hanya itu, forum juga menyoroti bagaimana AI kini digunakan untuk memodernisasi jaringan perusahaan, meningkatkan efisiensi data center, memperkuat keamanan digital, hingga mendukung operasional berbasis data dengan skala lebih besar.
Country Leader Alcatel-Lucent Indonesia, Novse Hardiman, mengatakan AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan kebutuhan nyata bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif dan adaptif.
“Artificial Intelligence bukan lagi sekadar visi masa depan. Ini sudah menjadi kebutuhan bisnis bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif, lincah, dan tangguh,” ujarnya.
Menurut Novse, melalui ALE AI Forum, pihaknya ingin membantu organisasi di Indonesia memahami bagaimana mengadopsi AI secara strategis melalui pembangunan infrastruktur digital yang cerdas, aman, terukur, dan berbasis data.
Ia menegaskan, Alcatel-Lucent terus mendorong penyederhanaan kompleksitas operasional melalui jaringan aman, otomatisasi cerdas, dan solusi komunikasi terintegrasi.
Infrastruktur Siap AI Jadi Kunci
Dalam forum tersebut, ALE juga menekankan pentingnya AI-ready infrastructure atau infrastruktur yang siap menopang teknologi kecerdasan buatan.
Seiring meningkatnya volume data, kompleksitas sistem digital, serta kebutuhan keamanan siber yang semakin tinggi, infrastruktur digital dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.
Portofolio teknologi Alcatel-Lucent yang didukung AI disebut dirancang untuk membantu perusahaan memodernisasi infrastruktur melalui manajemen jaringan cerdas, analitik tingkat lanjut, otomatisasi, serta sistem komunikasi yang aman.
Teknologi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja data center, mengurangi kompleksitas operasional, memperkuat ketahanan digital, hingga mempercepat implementasi AI di berbagai sektor.
AI Diproyeksi Dorong Ekonomi Digital Indonesia
Forum ini juga menegaskan bahwa kolaborasi antara penyedia teknologi, pelaku usaha, dan sektor publik menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi digital nasional.
ALE menilai AI bukan hanya berdampak pada efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Berdasarkan data Gartner, belanja global untuk AI diproyeksikan mencapai US$2,5 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi US$3,3 triliun pada 2027.
Sementara di Indonesia, investasi AI diperkirakan dapat berkontribusi hingga US$366 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2030, terutama dari sektor manufaktur, e-commerce, hingga layanan keuangan.
“Organisasi yang akan berhasil di masa depan adalah mereka yang mampu mengadopsi AI secara tepat untuk mendukung transformasi bisnis dan meningkatkan kelincahan operasional,” tutup Novse.
Melalui ALE AI Forum 2026, diskusi tentang AI tidak lagi hanya soal teknologi, tetapi bagaimana kecerdasan buatan menjadi fondasi penting dalam membangun infrastruktur digital Indonesia yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan. (*)
