
Enrekang, Katasulsel.com — Ribuan guru dari seluruh cabang se-Kabupaten Enrekang memadati Lapangan Abubakar Lambogo Batili pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Sabtu 29 November 2025. Upacara berlangsung khidmat, dirangkaikan dengan pawai defile Porsenijar PGRI yang menambah semarak kegiatan tahunan tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga, didampingi unsur Forkopimda, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Erik—yang juga Ketua PGRI Enrekang—serta jajaran pengurus PGRI.
Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Ritangnga mengawali dengan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru yang ia sebut para perajut akhlak, yang membentuk kita hingga bisa berdiri di titik ini.
Bupati menyampaikan ucapan selamat HGN kepada para guru. “Selamat Hari Guru. Terima kasih karena Bapak Ibu tetap kuat, tetap mengajar, tetap tersenyum—walaupun tidak selalu dalam keadaan baik-baik saja. Kekuatan itu yang membuat pendidikan Enrekang tetap berdiri tegak. ,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menautkan peringatan HGN dengan arah pembangunan daerah. Melalui visi besar “Enrekang Sejahtera untuk Semua”, pemerintah menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. Peningkatan kualitas SDM, pemerataan layanan, dan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat adalah pilar yang tak bisa dipisahkan dari peran guru.
“Guru adalah penggerak utama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan berdaya saing,” tegas bupati.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga membuka secara resmi PORSENIJAR PGRI 2025 tingkat Kabupaten Enrekang. Bupati menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi ruang kebersamaan dan silaturahmi bagi para pendidik.
Menutup sambutannya, Bupati bercanda dengan para guru, agar tetap sportif di arena.“Jangan sampai ada guru yang pulang lalu bilang ke muridnya: ‘Nak, Senin besok libur. Gurumu lagi cedera’,” ujarnya disambut tawa peserta.
Usai upacara, Bupati bersama Kadis Dikbud Erik melakukan ground breaking peletakan batu pertama gedung Sekretariat PGRI. Bupati menyampaikan optimisme, sekretariat itu dapat segera terwujud dengan kolaborasi pemerintah, dan solidaritas para guru.
Editor: Harianto
Tidak ada komentar