
Sidrap, Katasulsel.com — Empat bangunan baru yang belum rampung berdiri di halaman Sekolah Satap 5 Bilokka, tepat di depan Kantor Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Keberadaan bangunan tanpa papan proyek tersebut memunculkan dugaan kuat adanya proyek “siluman” yang kini mulai menuai sorotan publik.
Pantauan media pada Jumat, 2 Januari 2026, menunjukkan bangunan-bangunan itu berdiri di sisi kanan dan kiri pintu masuk sekolah.
Namun, hingga kini tidak ditemukan papan informasi proyek yang semestinya memuat keterangan sumber anggaran, nilai kontrak, serta pihak pelaksana pekerjaan.
Kondisi fisik bangunan pun terlihat jauh dari kata selesai. Sejumlah material bangunan masih berserakan di sekitar lokasi.
Pagar pembatas sekolah belum terpasang, pondasi pagar belum rampung sepenuhnya, dan beberapa tiang pagar tampak masih berdiri tanpa penyelesaian lanjutan.
Di salah satu bangunan sisi kanan, fasilitas Water Closet (WC) juga belum dikerjakan secara tuntas. Lantai dan ruangan di dalam bangunan tersebut terlihat belum tersentuh pekerjaan, sementara pengecatan hanya dilakukan di bagian luar bangunan.
Di bagian belakang, dinding masih tampak belum dicat. Ironisnya, saat pantauan dilakukan, tidak terlihat satu pun pekerja di lokasi.
Padahal, proyek tersebut disebut-sebut seharusnya rampung hingga akhir tahun 2025.
Keterlambatan pengerjaan tanpa kejelasan informasi anggaran semakin memperkuat tanda tanya besar terkait transparansi penggunaan dana.
Dari informasi yang dihimpun, bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek Pembangunan Revitalisasi PAUD USB (Unit Sekolah Baru) Cenrana yang dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Meski demikian, ketiadaan papan proyek dinilai sebagai pelanggaran prinsip keterbukaan informasi publik.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai proyek pembangunan fasilitas pendidikan seharusnya dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu.
Mereka mendesak agar pihak pengawas internal maupun eksternal segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian, guna memastikan tidak adanya penyimpangan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai keterlambatan pekerjaan dan sumber anggaran proyek tersebut. (Tim)
Editor: Tipue Sultan
Tidak ada komentar