Anies Apreasiasi Milenial Pelestari Wayang Orang

  • Bagikan

JAKARTA — Anies mengapresiasi tiga tokoh muda, Irwan Adi Rusmantyo, Kartika Fitri Ampiranti dan Pandu Chandra Putra Raka Bhimawan, yang telah ikut melestarikan budaya adiluhung bangsa, wayang orang.

Irwan, Kartika dan Raka yang hadir di Balai Kota dengan kostum lengkap Rama, Shinta dan Hanoman, adalah generasi ke-9 yang merupakan seniman Paguyuban Wayang Orang Bharata (WOB). Walaupun lahir di Jakarta, mereka bertiga sangat mahir berbahasa Jawa Kromo Inggil. “Kalau untuk bahasa wayang, kami memang perlu belajar secara khusus, tetapi bekal bahasa Jawa yang dimiliki sangat membantu” kata Irwan.

Menurut Kenthus, Ketua Umum Paguyuban WOB, tempat Irwan, Kartika dan Raka bernaung, orang tua mereka sudah mengajarkan bahasa Jawa sejak mereka masih di dalam kandungan. “Jadi, saat sang ibu hamil, ia banyak mendengar musik Jawa dan dialog wayang” kata Kenthus.

BACA JUGA:  Transformasi Human Capital Indonesia Dengan Koridor AKHLAK

Saat ditanya Anies tentang mengapa mereka aktif di WOB, dengan kompak mereka bertiga mengatakan bahwa mereka ingin melestarikan wayang orang hingga akhir zaman. Anies pun mengapresiasi para milenial yang concern dengan budaya nusantara. Ia berharap agar Irwan, Kartika dan Raka melanjutkannya dengan meneruskan semangat tersebut ke generasi berikut, karena hanya dengan begitu tontonan yang juga merupakan tuntunan tersebut akan terus ada.

“Kalau bisa, budaya itu jangan saja dilestarikan, tetapi juga dikembangkan” kata Anies. “Pelestarian itu statis, tetapi pengembabgan itu penuh dengan terobosan” imbuhnya. Anies pun mencontohkan baju batik yang ia kenakan, dulu ini dianggap pelanggaran karena batik itu hanya dipakai untuk kain/sarung, bukan untuk baju. “Tetapi ternyata terobosan itu banyak diikuti,sehingga menjadi norma baru. Bahkan, saat ini penjualan batik untuk baju jauh lebih tinggi daripada batik untuk kain sarung” katanya.

BACA JUGA:  Forum Human Capital Indonesia, Rethink, Reinvest, Reinvent - Transformasi Human Capital Indonesia

Kepada ketiga penari, Anies juga berpesan agar perayaan 50 tahun WOB tahun depan harus sukses. “Dan 50 tahun pertama itu harus diikuti dengan 50 tahun kedua, ketiga, dan seterusnya” kata Anies, sambil mengindikasikan bahwa Pemda dan BUMD DKI Jakarta akan dengan senang hati memfasilitasi kegiatan budaya tersebut.

Anies pun menutup diskusi dengan Irwan, Kartika dan Raka dengan menjanjikan untuk datang ke Gedung Bharata, di kawasan Senen awal November; untuk berdialog dengan para seniman sekaligus melihat kondisi fasilitas di sana, sehingga para pejuang budaya ini mendapatkan support yang sesuai dengan kebutuhan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Terima kasih, silakan pesan iklan Anda !