Gelar Formula E 2022, Bos Formula E Operation Apresiasi Presiden Indonesia

  • Bagikan

JAKARTA — Setelah tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 akhirnya kabar mengenai perhelatan balap mobil listrik Formula-E menemukan titik terang. Presiden Formula E Operation, Alberto Longo menyampaikan bahwa Indonesia sangat strategis untuk Formula E, dengan jumlah penduduk 280 juta dimana sebagian besar didominasi oleh generasi milenial yang memiliki hasrat yang kuat pada autosport.

“FEO mengucapkan selamat dan menyambut baik Indonesia sebagai tuan rumah E-Prix 2022. Bagi Indonesia, Penyelenggaraan Formula E merupakan media yang penting untuk mempromosikan industri Kendaraan Listrik (EV) dan energi bersih,” ungkap Alberto.

Terkait penundaan pelaksanaan Formula E selama 2 tahun ini ternyata menjadi perbincangan masif di berbagai media nasional dan media sosial, pasalnya publik semakin penasaran terkait perhelatan Jakarta E-Prix 2022 merupakan event yang sangat menarik bagi publik Indonesia.

Penyelenggaraan Formula E dinilai sejalan dengan upaya Presiden Joko Widodo terkait upaya peralihan energi konvensional ke energi yang lebih ramah lingkungan, hal ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melakukan hilirisasi industri berbasis pengembangan inovasi teknologi. Seperti yang disampaikan Presiden pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021, reputasi Indonesia di dunia otomotif bisa ditingkatkan sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan event otomotif berskala internasional seperti Moto GP di Mandalika dan Formula-E di Jakarta.

BACA JUGA:  Sidrap Tatap Porprov Sulsel 2022, Terbaik di Cabor Biliar

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa industri otomotif berbahan bakar listrik memiliki masa depan dengan komitmen pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.

“Indonesia berkomitmen memberikan dukungan pengembangan ekosistem atas industri baterai dan kendaraan listrik melalui reformasi struktural. Sehingga bisa memberikan kepastian hukum sekaligus kemudahan perizinan,” kata Presiden Jokowi dalam tayangan di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9/2021).

Presiden juga meyakini dengan pengelolaan yang baik Indonesia akan menjadi produsen produk bahan jadi berbasis nikel.

“Saya yakin dalam tiga sampai empat tahun, melalui manajemen pengelolaan yang baik Indonesia akan menjadi produsen utama produk-produk bahan jadi berbasis nikel yaitu baterai lithium, baterai listrik, dan baterai kendaraan listrik,” tambah Presiden Jokowi di kanal tersebut.

BACA JUGA:  YRFI Gelar Yamaha Day Sulselbar 2021

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta mengambil tindakan serius dalam meningkatkan kualitas udara di ibu kota. Anies Baswedan, Gubernur, percaya bahwa beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum dan mempromosikan penggunaan EV harus dilakukan, apalagi sekitar 70% dari polusi karbon di Jakarta dihasilkan oleh mobil.

“Ini adalah upaya lintas generasi, melibatkan generasi milenial adalah kunci sukses dan Formula E adalah alat yang efektif”, kata Anies.

Pihak penyelenggara juga akan menyampaikan kepada dunia bahwa Jakarta dan Indonesia telah siap dalam penyelenggaraan ini, Indonesia juga cukup sukses dalam penanganan pandemi Covid-19 dan siap menyambut para wisatawan dan investor.

Seperti diketahui, setelah hampir 2 tahun mengalami perlambatan laju ekonomi, saat ini Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi berhasil menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang kuat. Pada triwulan kedua tahun 2021, perekonomian jakarta dan di Indonesia tumbuh sebesar 10,9% dan 7,1% pada tahun ini.

BACA JUGA:  Nonton Kejurda Extreme Offroad di Soppeng Yuk

“Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, kami juga membutuhkan dukungan dari dunia internasional untuk memastikan pemulihan ekonomi terus berlanjut sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi,” pungkas Alberto menceritakan pembicaraan dengan Gubernur Anies Baswedan.

Mobil Formula E menggunakan penggerak listrik berkapasitas 250 kWh yang mampu membuat mobil berakselerasi 0 sampai 100 kpj hanya dalam 2,8 detik, dan kecepatan puncak 280 kilometer per jam.

Bobot mobil pun diklaim sangat ringan, sekitar 900 kilogram sudah termasuk berat baterai sebesar 385 kilogram.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *