Hadiri Launching KTAnisasi FPII di Toli-toli, Kasihhati Kembali Sentil Peran Dewan Pers

Silakan Share

Katasulsel.com, Toli-toli — Ketua Presidium (Ketpres) Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Dra Kasihhati, menghadiri launching KTAnisasi FPII di Toli-toli, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu, 2 Juli 2022.

Kasihhati tidak datang sendirian, ia didampingi Sekretaris Nasional (Seknas) PFII, Irfan Denny Pontoh,S.Sos dan Bendahara Presidium (bendpres) FPII, Chily Babay

Ada yang menarik saat Kasihhati naik ke podium di acara yang digelar di Cafe Tamaki Toli-toli tersebut.

Dihadapan pengurus dan simpatisan FPII Toli-toli dan unsur pemerintah daerah, Kasihhati kembali menyentil peran dari Dewan Pers yang dianggapnya sudah jauh mencampuri kebebasan pers

“Semua harus paham, termasuk unsur pemerintah disini (Toli-toli, red) bahwa Dewan Pers itu itu tidak berhak mengelaurkan aturan yang terkesan mengekang kebebasan pers. Saya kira peran Dewan Pers jelas sekali di atur pada Pasal 15 UU Pers, Dewan Pers bukan regulator tetapi hanya fasilitator,” tegas Kasihhati.

BACA JUGA:  Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Kapolri: Kita Kehilangan Tokoh dan Bapak Bangsa

Dengan demikian, sambungnya, Dewan Pers tidak berwenang mengatur insan pers dengan segala produknya bernama sertifikasi dan UKW

“Karena itu, tolong pak bupati dan para pejabat pemerintahan, eksekutif, legisltif dan yudikatif agar terus menjalin hubungan kemiteraan yang baik dengan insan pers, apalagi disini sudah ada rekan-rekan FPII,” kata Kasihhati.

Begitupula, Kasihhati meminta semua pihak terkait di Toli-toli agar untuk tidak alergi dengan kritikin media. “Tolong bapak ibu semuanya, jangan alergi dengan kritik oleh rekan-rekan jurnalis nantinya, yakinlah, kritik itu adalah vitamin dan spirit untuk menjadi lebih baik,” akunya

Sementara itu, Seknas FPII, Irfan Denny Pontoh menyampaikan, KTAnisasi yang dilaunching tersebut merupakan salah satu program nasional PFII.

BACA JUGA:  Daftar Pemenang Apresiasi Setapak Perubahan Polri

Menurutnya, KTAnisasi FPII tersebut, nantinya akan menyasar 21 provinsi dan 349 kabupaten/kota di Indonesia.

Dia juga menyampikan, FPII bertekad dan berikhtiar untuk menjadi wadah insan pers Indonesia yang memiliki jaringan media terbesar dan terluas di tanah air (rls/ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.