Kapolda: Kalau Ada Uang Sampai ke PJU dan Kapolres akan Saya Pidanakan

Silakan Share

Katasulsel.com, Lampung — Penerimaan polisi menjadi atensi Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno.

Dia mengharapkan proses penerimaan polisi berjalan normal dan tidak dicederai dengan hal-hal yang dapat mencoreng citra Polri.

Untuk itu, Irjen Hendro Sugiatno lebih dini memberi peringatan keras kepada seluruh Pejabat Utama (PJU) dan kapolres, Jumat (13/5/2022).

Irjen Hendro Sugiatno menegaskan, dirinya tak segan untuk memidanakan siapa pun yang terlibat dalam praktik percaloan saat penerimaan polisi melakukan kejahatan lainnya. 

“Jika ada uang yang sampai ke kapolres akan saya pidanakan. Sama juga kalau uangnya sampai ke PJU akan saya pidanakan,” tegasnya.

Belum diketahui apakah statement kapolda ini terkait dengan penerimaan Polri pada 31 Maret hingga 11 April lalu. 

BACA JUGA:  Honorer Ini Berurusan Polisi Gegara Dugaan Pemalsuan Data Bantuan

Pastinya, hal ini ia sampaikan saat memimpin serahterima jabatan Irwasda dan Dirlantas di Mapolda Lampung

“Saya paling tidak suka hal itu karena saya ingin polisi lebih baik, bukan menjadi obyek. Jika ingin melihat hasil akhirnya, silakan lihat nanti siapa yang akan saya pidanakan,” tandasnya dikutip dari rilis.id.

Kapolda menyatakan peringatan ini bukan main-main. Ia sangat serius dan meminta PJU serta kapolres benar-benar mengindahkannya. 

“Saya ingatkan seluruh rekan-rekan, dengar apa yang saya bicarakan. Tetapi jika kau tidak dengar akan saya akhiri tugas dan pengabdian kamu di polisi,” ujarnya. 

Hendro menjelaskan masuk ke kepolisian maupun PNS Polri tidak dipungut biaya apa pun alias gratis 

BACA JUGA:  Muka Tanpa Dosa Terseret Pencurian 8 Kotak Amal Masjid di Sidrap

Selain itu, tidak ada di kepolisian bayar-membayar jabatan. 

“Saya berdiri di sini yaitu jabatan kapolda Lampung, tidak ada satu rupiah pun saya keluarkan uang,” ungkapnya. 

Dia berpesan agar personel kepolisian banyak-banyak berdoa dan berbuat baik. Dengan demikian akan ada orang lain yang sering mendoakan. 

“Buat apa kamu beribadah kencang kencang kalau tidak dirahmati dan diridai Allah? Karena orang yang masuk surga itu orang yang dirahmati dan diridai,” ujarnya. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.