Keterpasaan Membuat Nenek dan Cucunya di Sidrap Harus Tinggal di Pabrik Tua

  • Bagikan

SIDRAP — Baginya, hidup ini bukan pilihan. Tapi suatu keterpaksaan. Itulah yang dialami seorang nenek bernama Indo Tang di Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Sang nenek yang suaminya telah lama meninggal dunia itu, terpaksa harus tinggal di sebuah pabrik tua bersama dengan seorang anaknya Adi (16) serta tiga orang lagi cucunya Naila (6), Naisa (3) dan Randi (11)

Miris, sangat miris melihatnya, selain anak dan cucunya masih belia-belia, bangunan tua yang dijadikan tempat tinggal itu terlihat tidak layak untuknya.

Dari sisi kesehatan dan juga binatang pengganggu sangat rawan baginya.

Tapi, kembali lagi. Indo Tang dan orang-orang yang sangat dicintainya itu tak punya pilihan. Mereka terpaksa harus tinggal disana karena rumahnya sudah tidak ada.

Pengakuan Indo Tang, dulunya mereka tinggal di sebuah (maaf) gubuk di tepi sungai, tak jauh dari pabrik tua itu.

Mendapat perhatian dari unsur pemerintah

Karena sudah tak punya rumah, maka mau tak mau mereka harus mencari tempat tinggal yang baru. Hingga suatu hari pabrik tua itulah yang menjadi pilihannya.

Sebenarnya, tak sedikit warga setempat yang mengajaknya tinggal bersama, namun sang nenek selalu menolak. Alasannya, ia, tak mau menjadi beban, apalagi ada anak dan cucu-cucunya yang masih kecil-kecil

Kini, Indo Tang dan anak serta cucu-cucunya itu hidup seadanya dan serba kekurangan. Untuk makan dan minum hanya mengandalkan pemberian tetangga dan kebaikan hati para dermawan lainnya.

Pada bagian lain, Camat Watang Sidenreng, Hidayatullah Abbas, mengatakan, pihak pemerintah kecamatan maupun dari pemerintah kabupaten sudah berupaya membujuk Indo Tang dan cucu-cucunya agar mau meninggalkan tempat itu.

“Kemarin kami bersama Ibu Nurhidayah, Kabid Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial Sidrap kembali menemuinya. Hanya saja, mereka tetap menolak sehingga untuk sementara ini, pihaknya hanya bisa membantu keperluan sembako untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *