KKBS Bersatu Fasilitasi Pria Asal Bulukumba Hidup Terkatung-katung di Samarinda

Ilustrasi (int)
Silakan Share

MAKASSAR — Untung ada KKBS Bersatu, jika tidak, saya tidak tahu bagaimana nasib saya sekarang ini.

Hal itu diungkapkan pria malang sebut saja namanya — Onca (52) sesaat ia turun dari kapal di Pelabuhan Parepare, Jumat, 13 Mei 2022.

Onca (nama samaran, red) asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, dijemput oleh salah seorang pengurus KKBS Bersatu, Sappe Angka di pelabuhan.

Sebelum akhirnya diarahkan ke Kabupaten Sidrap untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum KKBS Bersatu, Nursyam, Onca dan Sappe Angka menyempatkan diri mampir di Sekretariat DPC KKBS Bersatu Parepare di Kota Parepare.

Pengakuan Onca warga yang tinggal disebuah pedalaman di Kabupaten Bulukumba itu bahwa sebelumnya ia hidup terkatung-katung di Samarinda.

Dua bulan terakhir, ia terpaksa tinggal di sebuah mesjid di Samarinda Seberang karena sudah tak punya tempat tinggal dan bekal.

BACA JUGA:  Jokowi Teken Perpres, Premium Dipastikan Tetap Tersedia

Onca menuturkan, ia berangkat ke Samarinda untuk mengadu nasib pada February 2022 lalu.

Selama tiga bulan lamanya Onca menjalani kehidupan baru tanpa sanak keluarga di Samarinda.

Bulan pertama (Fabruari 2022), kehidupan Onca masih baik-baik saja. Kala itu, ia masih sehat dan bekerja sebagai pencari sisa-sisa batu bara di sejumlah kapal pengangkut batu bara di Kawasan Sungai Mahakam, Samarinda.

Hari terus berlalu, hingga suatu hari Onca jatuh sakit dan sudah tidak bisa bekerja lagi sehingga menyebabkan seluruh uang simpanan Onca habis dipakai untuk berobat.

Menyadari situasi itu, Onca pun memilih angkat koper namun tidur tak menentu. Beruntung, suatu ketika salah satu mesjid di Samarinda Seberang bisa menampungnya sementara.

BACA JUGA:  Unik, Kontes Sapi kurban di Soppeng

“Kurang lebih dua bulan saya tinggal di mesjid itu, bahkan disana saya menjalani puasa selama sebulan penuh,” tutur Onca, mengisahkan.

Lanjut Onca, sebelum akhirnya dirinya tiba di Sulawesi, ia pernah memposting kalimat di facebook yang bertuliskan permintaan tolong agar ada yang berkenan memfasilitasi dirinya untuk ‘pulkam’ dikarenakan ia sakit dan sudah tak punya apa-apa lagi tinggal di rantauan.

“Waktu itu saya posting di salah satu grup. Awalnya saya kira postingan itu masuk di grup Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKS) yang ada di Samarinda. Rupanya, masuk di grup KKBS Bersatu,” tutur Onca.

Nah, dari situlah berawal sehingga Onca berhasil berkomunikasi dengan Ketua Umum KKBS Bersatu, Nursyam via ponsel.

“Pak Ketua (Nursyam) sangat baik sekali. Saya tak hanya difasilitasi pulang dan bertemu langsung dengannya, tapi juga di bantu di Samarinda diperkenalkan dengan rekan dan keluarganya. Saya tentu merasa sangat terbantu,” ujar Onca.

BACA JUGA:  Makassar Kota Ketiga Gelaran Audisi KDI 2022

Hingga berita ini diturunkan, Onca sudah bersama dengan Ketua Umum KKBS Bersatu, Nursyam di Massepe, Kabupaten Sidrap. Rencananya, besok, Sabtu, 14 Mei 2022, Onca akan diantar ke kampung halamannya di Bulukumba.

Kisah Onca di atas adalah kisah sebenarnya yang dialami pria malang tersebut (Maaf identitas asli terpaksa kami samarkan atas permintaan sumber.

“Saudara-saudaraku, ini adalah kisah hidup saya yang sebenar-benarnya selama berada di Samarinda. Saya tidak ada maksud apa-apa, kecuali sebagai ungkapan terima kasih saya kepada KKBS Bersatu yang telah membantu saya,”, aku Onca, menutup. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.