Opini  

[Opini] Ketika Jurusan Jadi Permasalahan Dalam Dunia Pendidikan

Silakan Share

Ditulis Oleh: Mutnadira I Mahasiswa Universitas Negeri Makassar

DALAM mendidik anak suatu hal yang tidak mudah bagi orang tua. Dimulai dengan lahirnya seorang anak dari perkembangannya, fisik, dan keseharian yang diperhatikan oleh orang tua.

Seiring perkembangan anak balita hingga anak tumbuh menjadi remaja sampai dewasa, orang tua harus sabar menghadapi perilaku anaknya. Karena, ketika dalam mendidik anak salah dalam mendidik akan berdampak bagi psikis, tingkah laku, salah dalam pergaulan.

orang tua yang memaksakan keinginannya untuk anak akan berdampak negatif terhadap fikiran maupun mental anak tersebut.
Ketika anak sudah menyelesaikan sekolah dari SD, SMP, dan SMA dan melanjutkan ke janjang perkuliahan.

Dalam memilih suatu bidang atau studi seharusnya sesuai dengan kemampun agar di kemudian hari tidak merasa terbebani. Bidang yang salah pilih akan sulit di jalanin oleh peserta didik yang mengakibatkan banyak pikiran, mental yang berpengaruh dalam memikirkan hal yang seharusnya tidak di pikirkan.

BACA JUGA:  Pentingnya Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Kids Zaman Now

Dan ketika seorang anak menerima saran atau paksaan orang tuanya untuk masuk pada jurusan yang tidak diminatinya, anak tersebut tidak menjalankan dengan senang hati tetapi dengan terpaksa menjalani atas kemauan orang tua. Bukan kemauan atau kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut.

Ada beberapa kesalahan terhadap siswa ingin menlanjutkan pendidikan yaitu perkuliahan. Memilih jurusan yang daya tampungnya besar tapi anak tersebut tidak suka, memilih jurusan yang tidak mahasiswa kuasai sama sekali dan memilih jurusan karena keinginan orang tua.

Dan masih banyak remaja saat ini tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan karena faktor ekonomi yang kurang serta ada yang mencukupi ekonomi. Tetapi, mengalami rasa bosan, banyak pikiran sehingga mendapatkan penyakit seperti sakit kepala, ada yang tidak mengetahui jurusan apa yang cocok terhadap kemampuannya. Sehingga faktor-faktor tesebut berpengaruh terhadap yang sebelumnya keinginan untuk kuliah menjadi tidak mencapai keinginannya untuk kuliah.

BACA JUGA:  Pengaruh Digitalisasi Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Fenomena sekitar yang menunjukkan bahwa orang yang kuliah tidak lebih sukses dari pada orang yang tidak menempuh bangku perkuliahan. Yang seharusnya fenomena tersebut bukan menjadi alasan. Untuk menlanjutkan pendidikan ke bangku kuliah bukan hanya untuk sarana keinginan untuk mendapatkan uang yang banyak.

Tetapi, untuk menimbah ilmu serta memperluas ilmu yang belum kita ketahui di bangku Sekolah. Karena, sebuah kesuksesan tidak terjadi kepada semua orang. hanya orang-orang tertentu yang tidak pantang menyerah dan selalu berusaha menjadikan sarana belajar akan menjadi orang sukses.

Kuliah bukan hanya ilmu yang didapat. Tetapi, masih banyak lagi seperti sosialisasi sesama teman, sosialisasi antar dosen, mendapatkan suasana baru dalam bangku perkuliahan.

BACA JUGA:  Masalah Pendidikan Kita Saat Ini

Kenangan yang akan di masa perkualiahan adalah kebersamaan antar satu angkatan, canda tawa sesama teman, ilmu yang di berikan Dosen ke mahasiswa yang sangat bermanfaat dan pengalaman-pengalaman yang di rasakan selama perkuliahan. Begitu pula soft skill yang terasah selama menempuh Studi perkuliahan.

Jika siswa ingin selalu membuat perubahan minimal untuk diri sendiri, kuliah sangatlah penting untuk masa depan dan bermanfaat untuk memperluar wawasan terhadap kemampuan yang di alami seorang anak.

Adapun kebanggaan tersendiri ketika anak tersebut lulus sarjana dan berhak bergelar sesuai dengan kemampuan yang miliki. Seseorang sarjana bisa mengangkat harkat dan martabat keluarganya begitupun terhadap masyarakat lebih menghargai seseorang ketika memiliki gelar Sarjana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.