banner 728x250

Petugas Vaksin Gagalkan Perjokian, Wajah Berbeda Dengan di Foto KTP

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Silakan Share

SEMARANG — Maksud hati ingin mendapatkan surat keterangan telah mendapatkan vaksin Covid-19, eh ia malah berurusan dengan polisi.

Pelaku percobaan perjokian vaksinasi itu langsung di tangani Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, setelah pihak petugas vaksinasi Puskesmas Manyaran, Semarang Barat menyerahkan untuk ditangani

Sebelumnya, petugas vaksinasi curiga sebab orang akan mendapatkan vaksin Covid-19 itu wajahnya tidak sama dengan foto yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibawanya.

Rupanya, orang tersebut memang sengaja menggantikan seeorang dengan harapan bisa mendapatkan surat keterangan telah mendapatkan vaksin untuk diberikan kepada si pemilik KTP. Kebetulan, antara pelaku terduga percobaan perjokian itu, bertetangga dengan yang akan mendapatkan keterangan penerima vaksin.

BACA JUGA:  Ajakan Rujuk Ditolak Jadi Motif Pembunuhan di Soppeng

Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Irwan Anwar membenarkan adanya percobaan praktik joki vaksinasi yang dilakukan Senin 3 Januari 2022

Perbuatan terduga pelaku, kata Kapolres, terungkap saat petugas puskesmas melakukan penyaringan calon penerima vaksin.

Perbuatan ini bermula ketika warga calon penerima vaksin Christin Lusiana (37) warga Griya Beringin Asri, Kota Semarang, memperoleh undangan untuk melaksanakan vaksinasi di Puskesmas Manyaran. “Pada hari yang dijadwalkan itu, Christin ternyata ada keperluan ke luar kota sehingga tidak bisa melaksanakan vaksinasi,” ujar Irwan di Semarang, Rabu 5 Januari 2022.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Irvanti Oktaviany (48), tetangga pelaku yang kemudian mengenalkan Diah Subdari (41) untuk menggantikan menerima suntikan vaksin. Dalam kesepakatan itu, lanjut Irwan, ada tawaran sejumlah uang dari Christin kepada Diah. “Dijanjikan Rp500 ribu untuk menjadi joki vaksinasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Muka Tanpa Dosa Terseret Pencurian 8 Kotak Amal Masjid di Sidrap

Perbuatan itu terungkap saat petugas puskemas melakukan pemeriksaan identitas calon penerima vaksin. “Dari hasil pemeriksaan ternyata ada ketidaksesuaian antara identitas dan fisik calon penerima vaksin,” ucapnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan pihak puskemas ke kepolisian. Para pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 4 tahun 1984 tentang penanggulangan wabah penyakit menular. Atas perbuatannya, para pelaku sendiri sudah dimediasi dengan pihak Puskesmas Manyaran. Para pelaku, lanjut dia, sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Untuk CL sendiri sudah divaksin sehari setelah kejadian di Puskesmas Manyaran,” ujarnya(*)

banner 120x600
crossorigin="anonymous">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *