Berita  

PKM SIBERAS UMS Sidrap Paparkan Hasil Pengabdian di Seminar Nasional

Silakan Share

MAKASSAR — Tim Pengabdian SIBERAS Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS) mengikuti seminar nasional di Hotel Harper Makassar (26/12/2021). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00-23.30 Wita tersebut diiukuti oleh seluruh anggota tim yang berjumlah 20 orang.

Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, M.Si selaku rektor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan penelitian dan pengabdian yang didanai oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi melalui platform MBKM. Perlu diketahui bahwa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang pada tahun ini mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian dengan 6 kegiatan, masing-masing 3 kegiatan penelitian dan 3 kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Agenda utama seminar nasional kali ini adalah pemaparan laporan kemajuan serta laporan akhir kegiatan. Dr. Herman Dema, M.Si selaku ketua tim dalam paparannya menyampaikan bahwa Siberas yang merupakan program utama kegiatan pengabdian di dua desa yaitu Desa Bulo dan Akak-akae telah tersosialisasi dan difahami dengan baik oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Enrekang Buka Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits

Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 oleh tim UMS Rappang menemukan bahwa tingkat pemahaman dan implementasi siberas di Bulo dan Aka-akae hanya berkisar 30% dan Alhamdulillah setelah kegiatan pengabdian dilakukan bisa berada pada angka 68%.

Salah seorang anggota tim, Andi Astinah, S.Sos., M.Si dalam paparannya menyampaikan bahwa salah satu kendala yang dihadapi tim dilapangan dalam memaksimalkan pemanfaatan siberas adalah pola pikir masyarakat yang masih sulit untuk diubah.
Ada beberapa kelompok masyarakat yang masih menganggap bahwa siberas sebagai salah satu alternative pelayanan public berbasis digital belum terlalu dibutuhkan oleh masyarakat karena mereka menganggap bahwa pelayanan manual yang saat ini berjalan cukup menguntungkan dan memudahkan bagi mereka, mengingat mereka memiliki hubungan kekerabatan dengan aparat di kantor desa.

BACA JUGA:  Provinsi Apresiasi TP PKK Enrekang Berprestasi di Tingkat Nasional

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama 2 pekan, terhitung sejak tanggal 15 sampai 31 Desember yang akan datang. Dr. Erfina, M.Si selaku anggota tim yang juga memaparkan laporan pengabdian mengemukakan bahwa ada beberapa tahapan kegiatan yang telah dilakukan di lapangan.

Pertama, survei dan sosialisasi. Kegiatan ini melibatkan seluruh aparat desa dan anggota masyarakat. Tim dari UMS Rappang menyampaikan tentang hasil penelitian tentang siberas pada tahun 2020, urgensi pelaksanaan kegiatan, tahapan kegiatan, serta tujuan yang ingin dicapai. Berikutnya adalah tahap workshop dan uji coba.
Pada tahap ini tim yang terbagi atas 2 kelompok masing-masing melakukan pendampingan bagi aparat dan masyarakat di desa Bulo dan Aka-akae tentang penggunaan aplikasi siberas, baik untuk kepentingan pelayanan di kantor desa maupun untuk tata kelola bumdes. Pendampingan dilakukan secara door to door dan menyentuh lebiuh dari 100 warga di masing-masing Desa. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi.

BACA JUGA:  Kajian Spesial F-UMA IMBI, Ketua Umum DPP LIDMI: Pemuda adalah Lokomotif Perubahan

Sebagaimana yang disampikan sebelumnya bahwa setelah dilakukana pendampingan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap siberas meingkat cukup signifikan, yang awalnya 30% bisa meningkat menjadi 68%.

Kepala Desa Bulo A. Rifai dan Kepala Desa Aka-akae Hasanuddin yang juga mengikuti seminar secara daring mengucapkan terima kasih kepada tim UMS Rappang yang telah melakukan pendampingan kepada aparat desa dan masyarakat.

Pada agenda penutupan seminar, rektor UMS Rappang, Bapak Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, M.Si menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja dengan sangat luar biasa. Tak lupa beliau mengimbau agar kegiatan ini tetap dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang mengingat Siberas merupakan produk asli UMS Rappang yang dipersembahkan kepada pemerintah desa dan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.