Opini  

Problematika Kesulitan Dalam Belajar

Silakan Share

Ditulis Oleh: Angga Maulana I Mahasiswa PBSI 2019 Universitas Negeri Makassar

KITA sebagai pendidik memiliki tugas untuk memahamkan semua siswa dalam pembelajaran agar mampu menerima dan menerapkannya daalam kehidupan. Namun terkadang beberapa siswa masih kesulitan dalam belajar.

Hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu dari peserta didik sendiri maupun pendidik. Untuk masalah dari peserta didik mungkin peserta didik belum bisa bekonsentrasi dalam belajarnya, ada banyak alasan yang menghambat kefokusan peserta didik dalam belajar, bisa saja karena lingkungan tempat belajarnya, orang yang disekitarnya dan beberapa alasan lain. Hal ini menjadi problem yang cukup besar dan mampu merugikan paserta didik itu sendiri. Solusi yang harus kita lakukan yaitu memastikan kesiapan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran, selain itu lokasi atau tempat juga harus di perhatikan agar peserta didik nyaman mengikuti proses pemebelajaran, serta tak lupa juga memperhatikan lingkungan sekitar dalam proses pembelajarannya agar peserta didik tidak terganggu dan lebih fokus untuk belajar.

BACA JUGA:  Sistem Keuangan Pada Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta Dalam Perspektif Mahasiswa

Kemudian dari sudut pandang pendidik bisa saja terjadi karena metode yang kurang tepat dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran ataupun siswa kurang mengerti atau tidak mampu menangkap apa yang pendidik jelaskan. Masalah kesulitan dalam belajar ini biasa terjadi karena metode yang di bawakan guru atau pendidik kurang tepat, sebagai pendidik kita harus memberikan metode dalam proses pembelajarang yang mampu diterima dan menambah tingkat kecerdasan para peserta didik.

Metode dalam konsep bermain biasanya menjadi metode favorit yang dibawakan guru di sekolah karena mudah dilakasanakan dan peserta didik juga antusias mengikuti pembelajaran, tetapi dalam metode ini tetap materi dan penjelasan untuk pemahaman psesrta didik menjadi hal yang utama cuman di kemas menjadi konsep permainan agar siswa atau peserta didik tambah semangat dan berantusias untuk melakukan pembelajaran. Pendidik juga harus membawakan materi dengan baik dan benar, ini sangat perlu di perhatikan dalam pembelajaran agar indikator utama dalam pembelajaran dapat tersampaikan ke peserta didik dengan baik. Selain itu ke aktifan siswa dalam proses pembelajaran juga sangat perlu, dimana siswa terlibat aktif dalam kelas.

BACA JUGA:  Peran Tenaga Pendidik dalam Mendidik Peserta Didiknya

Guru juga sebagai pendidik perlu mengambil kesempatan yang tepat untuk berinteraksi dengan siswanya, guru mampu memancing siswa atau peserta didik agar lebih aktif di kelas dengan cara memberikan pertanyaan, hal ini sering dilakukan guru tapi tidak menyeleruh kepada siswa, kadang guru bertanya monoton kepada siswa yang duduk didepan saja, tetapi seharusnya guru mampu melihat kesempatan yang mana kira-kira siswa yang kurang paham, ini membuat siswa yang ditanya akan mencari jawabannya dan rasa ingin tahunya meningkat sehingga siswa tersebut akan membuka buku atau mencari jawabannya disegala sumber yang mampu ia ambil.

Saran metode yang mampu meningkatkan keaktifan siswa di kelas yanitu metode Reading to Learn (R2L), karena metode ini akan melibatkan siswa lebih aktif dalam proses pemebelajaran dan guru hanya menjadi fasilitator serta mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran. Di dalam metode ini guru akan menyampaikan topik yang akan di bahas dan menyiapkan beberapa pertanyaan untuk membimbing siswa terlibat dalam pembelajaran, dan selebihnya biarkan peserta didik yang bekerja, dan metode ini terbukti meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis.

BACA JUGA:  Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Masalah kesulitan dalam pembelajaran harus kita minimalisir agar peserta didik lebih cepat dan tepat memahi pembelajaran yang dibawakan oleh guru atau peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.