Rp 18,2 M Untuk Poros Enrekang – Pinrang

Poros Pinrang _ Enrekang
Silakan Share

Katasulsel.com, Enrekang — Ruas jalan Provinsi pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Kabupaten Enrekang segera dikerjakan.

Untuk tahun 2022 ini, Pemprov Sulsel melalui Dinas PUTR mengalokasikan PAGU senilai Rp 18,2 Miliar untuk penanganan jalan yang rusak berat di ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Kabupaten Enrekang.

Tak hanya jalan, Pemprov Sulsel juga mengalokasikan untuk pembangunan jembatan Sungai Kabere pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Enrekang. Pemprov mengalokasikan PAGU senilai Rp 4,4 Miliar untuk pembangunan jembatan tersebut.

Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Pinrang tersebut menjadi prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk dikerjakan tahun ini.

BACA JUGA:  Bupati Tanggapi Pemandangan Fraksi, Pembahasan 3 Ranperda di Sidrap

“Alhamdulillah, Rp 18,2 Miliar alokasi PAGU rekonstruksi jalan ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Enrekang segera dikerjakan. Ini salah satu prioritas kami, karena termasuk LHR tinggi dengan kondisi rusak parah. Tahun ini penanganan difokuskan untuk menuntaskan rusak parah sekitar 2,3 km,” jelas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, Senin (13/6/2022).

Penanganan tahun ini, termasuk untuk jalan yang sempit dan tanjakan yang ekstrim. Rencananya pengerjaan jalan ini akan dilakukan perbaikan trase jalan yang sempit dan menanjak. Pasalnya kondisi ruas ini membahayakan pengendaran yang melintas.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sulsel Astina Abbas mengatakan, untuk peningkatan atau rekonstruksi jalan ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Enrekang telah selesai tender. Rencananya paket pengerjaan jalan ini segera memasuki tahapan pelaksanaan konstruksi fisik.

BACA JUGA:  Soppeng Studi Tiru Sekolah Penggerak di Yogyakarta

“Untuk ruas jalannya sudah tender, segera dilakukan proses penanganan fisik. Sementara, untuk jembatannya masih tahap lelang,” katanya.

Menurut Astina, jalan ini merupakan jalur alternatif yang digunakan masyarakat menuju ke kabupaten Enrekang dan Toraja dengan jarak tempuh lebih singkat sekitar 30 km, jika dibandingkan dengan jalan nasional. (*)