Opini  

Tugas Kuliah Menumpuk, Depresi?

Dira Angraeni Ningrum Radius
Silakan Share

Artikel ini ditulis oleh: Dira Angraeni Ningrum Radius
Seorang mahasiswi di Universitas Negeri Makassar

DI AWAL perkuliahan para mahasiswa sangat senang dengan informasi bahwa perkuliahan akan dilakukan secara online, karena mereka berekspekstasi jika perkuliahan dilakukan secara online, maka mereka bisa dengan mudah melakukan berbagai aktifitas dirumah dan bisa bersantai saat proses perkuliahan berlangsung.

Namun, realitanya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak mahasiswa yang mengeluh dengan diberlakukannya. Banyak mahasiswa yang mengeluh dengan diberlakukannya kuliah online, maka mereka bisa dengan mudah melakukan kegiatan tersebut.

Namun, pada realitanya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak mahasiswa yang mengeluh dengan diberlakukanya kuliah online, dengan minimnya akses internet, mahalnya harga kuota internet, hingga banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen setiap mata kuliah.

Kuliah online membuat mahasiswa kewalahan karena tugas, tidak sedikit mahasiswa yang selalu mengeluh akan tugas kuliah, bahkan sampai stress dan ada juga yang nekat bunuh diri.

BACA JUGA:  Mengapa Motivasi dan Perhatian guru itu penting?

Setiap hari ada-ada saja tugas yang diberikan, mau dimana-pun dan hari apapun mahasiswa harus terikat dengan tugas.

Apalagi beberapa tahun ini kuliah dilaksanakan secara daring membuat mahasiswa menjadi stress hinga depresi, adapun, pemicu yang membuat kebanyakan mahasiswa menjadi tertekan saat kuliah daring seperti kurang paham akan materi yang dijelaskan dosen, serta tugas yang diberikan tanpa diberi pemahaman terlebih dahulu, dan manajemen waktu pengumpulan tugas yang singkat.

Anak rantau yang hanya berdiam diri saja di kost sambil mengerjakan tugas-tugas membuat mereka merasa bosan dan merasa hidup dalam kesepian.

Oleh sebab itu, menghilangkan stress dan penat akibat tugas yang menumpuk akibat kuliah online, kita bisa memhubungi teman untuk mengerjakan tugas bersama.

Mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh dosen sendirian memang membuat kita merasa bosan. Jika biasanya mengerjakan tugas dengan teman sekelas, saat ini kita harus menyelesaikan sendiri di rumah.

BACA JUGA:  Ketika Anak Sulit Menguasai Mata Pelajaran

Agar kamu tidak merasa bosan, hubungi temanmu untuk mengerjakan tugas bersama via telepon, chatting, atau video call. Kamu akan merasa pekerjaan lebih ringan karena bisa bertukar pikiran sambil mengobrol dengan teman meskipun tidak dapat bertatap muka.

Kita juga bisa beristirahat sejenak agar bisa mengerjakan tugas dengan pikiran lebih fresh, jika kamu merasa lelah jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan tugas-tugasmu. Ambillah waktu untuk beristirahat sejenak agar pikiranmu lebih tenang saat melanjutkan tugas.

Jika kamu mengerjakan semua tugas dalam keadaan lelah, hasil yang kamu dapatkan menjadi tidak maksimal.

Mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas juga boleh dilakukan saat kalian merasa stress, menyelesaikan tugas sambil mendengarkan musik bisa menjadi teman yang pas saat bekerja.

BACA JUGA:  Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Anak di Era Digital

Dengarkan musik yang kamu sukai agar kamu lebih semangat lagi dalam mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk. Jangan lupa beri reward untuk diri sendiri setelah mengerjakan banyak tugas, motivasi dirimu dengan sebuah reward sebagai sebuah pencapaian setelah banyaknya tugas yang kamu kerjakan.

Lakukan hal yang kamu suka agar lebih termotivasisat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen selanjutnya. Namun, tetap lakukan hal yang kamu suka di dalam rumah.

Kalian juga boleh mencoba bermain game yang seru untuk membantu kamu menghilangkan rasa bosan.

Game bisa menjadi hiburan yang pas saat kamu mulai merasa jenuh dengan pekerjaan yang ada. Jangan terlalu tegang saat menyelesaikan tugas yang ada, kamu membutuhkan hiburan agar pikiranmu tidak muda stress.***

Segala yang terkait dengan tulisan ini menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.