Fenomena Apa? Kok Burung Walet Terbang Rendah di Sidrap

Silakan Share

SIDRAP — Pemandangan tak lazim terjadi di Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Selasa, 30 November 2021.

Ratusan burung walet terbang rendah sekitar pukul 16.00 WITA. Hal itupun membetot perhatian sejumlah pengguna jalan yang melintas

Terlihat, beberapa orang pengguna jalan berhenti untuk menyaksikan fenomena langka tersebut, tak sedikit diantaranya yang mengabadikannya melalui telepon selulernya.

Sejumlah warga dan pengguna jalan mengatakan, burung walet yang terbang rendah itu ada kaitannya dengan curah hujan yang tinggi di Sidrap akhir-akhir ini

“Ada pameo mengatakan, menelan terbang rendah sambil menunggu hujan,” ujar pengguna jalan bernama Ridwan Ramlan.

Pemerhati geologi dan fisika, Sulhan Adimusa mengatakan, burung terbang rendah memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Pun dapat dikaitkan sebagai fenomena alam

BACA JUGA:  Cantiknya Kebangetan, Kezia Mirella Sang Finalis Puteri Indonesia 2022

Dikatakannya, sebelum hujan atau hujan lebat terjadi, saat cuaca memburuk, tekanan atmosfer akan turun.

Pada saat bersamaan, udara menjadi lembab sehingga dapat menyebabkan hewan terbang bersayap kecil terbang rendah, termasuk burung walet.

Curang Hujan Tinggi

Sudah beberapa hari ini, Kabupaten Sidrap dilanda curah hujan yang tinggi. Hal itu, sejalan dengan prakiraan curah hujan akibat fenomena La Nina oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi pada level moderat, dimulai saat musim hujam hingga Februari 2022 (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.