Tokyo – Jepang saat ini dilanda gelombang panas ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya, mencatat suhu mendekati 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah dari Tokai hingga Kanto.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan sengatan panas untuk 26 prefektur, menekankan pentingnya tindakan pencegahan menyeluruh di tengah kondisi cuaca yang berpotensi mematikan.

Diperkirakan bahwa suhu siang hari akan terus melonjak di atas 40 derajat Celsius, yang merupakan kali pertama tahun ini Jepang mengalami suhu panas ekstrem di lebih dari 200 titik lokasi.

Tokyo sendiri diprediksi mencatat suhu mencapai 36 derajat Celsius, sementara wilayah dari Tokai hingga Kanto berpotensi mengalami suhu melebihi batas ambang atas yang aman bagi kesehatan manusia, menurut JMA.

Dampak dari gelombang panas ini telah sangat terasa, tercatat rekor jumlah kasus heat stroke di berbagai wilayah Jepang.

Dua warga lanjut usia di prefektur Ehime dan Tokushima dilaporkan meninggal dunia akibat heat stroke, sementara Tokyo melaporkan 119 kasus darurat terkait sengatan panas, termasuk tiga kasus parah di kalangan lansia dalam satu hari.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, untuk memanfaatkan pendingin ruangan, menjaga hidrasi tubuh walaupun tanpa merasa haus, serta menunda perjalanan yang tidak perlu dan aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu.

Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi risiko dampak negatif yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.

Gelombang panas ini menjadi sorotan karena intensitasnya yang belum pernah terjadi sebelumnya, memaksa banyak pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan respons terhadap fenomena cuaca yang semakin ekstrem di era modern ini.(*)

Dapatkan berita terbaru di Katasulsel.com