Dikeroyok Hingga Telanjang Dia Maafkan, Kini Disjoki di Sidrap Ini Marah Besar

Ini adalah penggalan video saat korban dikeroyok. Foto ini sengaja dikaburkan oleh redaksi karena mengandung unsur pornografi
Silakan Share

Katasulsel.com, Sidrap Selemah-lemahnya seseorang, pasti akan melawan jika sudah sangat terdesak dan malu

Begitulah kisah Bunga, — sebut saja namanya begitu. Perempuan malang yang pernah menjadi korban pengeroyokan tiga orang perempuan di sebuah kamar kos di Pangkajene, Sidrap ini, akhirnya melawan

Bunga mengaku menempuh jalur hukum dengan melaporkan MA, salah seorang dari tiga wanita yang pernah mengeroyoknya hingga ia telanjang

“Sebenarnya saya dan mereka sudah berdamai. Meskipun saya dikeroyok habis-habisan tapi tetap saya maafkan, tapi kali ini saya marah sekali, sebab, satu diantara mereka ternyata sengaja menyebarkan video itu dan viral, saya marah dan tempuh jalur hukum,” ujar Bunga

BACA JUGA:  Begitu Berartinya Meayunan Bagi Anak Gadis di Tenganan

Adanya keberatan salah seorang wanita korban pengeroyokan di Sidrap tersebut, dibenarkan Kasi Humas Polres Sidrap, AKP H Zakaria.

“Soal perkara itu benar adanya dan anggota sudah menindaklajuti dengan menangkap seorang wanita insial MA yang diduga menyebarkan video yang membuat korban merasa malu. Malahan, perkaranya sudah dilimpah ke kejaksaan,” ujar AKP Zakaria, Kamis, 28 Juli 2022

Mantan Kapolsek Tellu Limpoe tersebut menerangkan, peristiwa pengeroyokan terhadap korban tersebut, sebenarnya sudah lama terjadi dan sudah pernah berdamai.

Hanya saja kemudian kasus berlanjut setelah salah seorang terduga pelaku pengeroyokan itu kembali menyebarkan videonya beberpa waktu lalu dan sempat viral.

“Jadi bukan kasus pengeroyokan yang diproses hukum karena sudah berdamai, melainkan penyebaran video yang membuat korban keberatan dan melaporkan ke polisi,” papar AKP Zakaria.

BACA JUGA:  Bupati Sidrap Terima Penghargaan dari Kemendes PDTT

Saat ditanya apa pemicu terjadinya pengeroyokan terhadap korban? AKP Zakaria menyampaikan bahwa hanya masalah sepeleh. Menurutnya ada kesalahpahaman dintara mereka, “Kebetulan antara korban dan pelaku sama-sama seorang Disjoki atau DJ,” ujarnya, menutup (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.