
Sidrap, katasulsel.com — Musda PAN Sidrap, sebuah panggung politik yang selalu dinamis.
Kini, sorotan tertuju pada Muhammad Angkasa. Bendahara PAN Sidrap ini bukan sekadar kader, tapi sosok yang siap mengibarkan panji partai lebih tinggi.
Di kancah politik, dinamika adalah nadi. Partai Amanat Nasional (PAN) Sidrap tengah bersiap menghadapi suksesi kepemimpinan ini.

Salah satu nama yang santer dibicarakan adalah Muhammad Angkasa.
Ia tak sekadar menyatakan kesiapan, tapi juga memiliki visi besar untuk partai berlambang matahari ini.
Satu Kader, Seribu Gagasan
“Banyak yang harus dibenahi. Partai bukan sekadar bendera dan kursi di parlemen. Ini soal penguatan akar rumput, soal pengurus DPC yang harus diperhatikan dan diberdayakan,” ujar Angkasa, di kediamannya di Pangkajene, Kamis, 3 April 2025.
Angkasa tak mau PAN Sidrap hanya jadi penggembira dalam kontestasi politik.
Ia ingin partai ini benar-benar hidup, berdaya, dan tak sekadar eksis saat Pemilu tiba.
Salah satu caranya adalah menghidupkan kembali tradisi siar partai yang meriah.
Ia mencontohkan, perayaan ulang tahun PAN harus kembali gegap gempita seperti era Baharuddin Andang dulu.
“Momentum partai harus dirayakan besar-besaran. Politik butuh magnet, butuh daya tarik. PAN harus jadi sorotan, bukan sekadar figuran,” tegasnya.
Dari Satu Kursi ke Empat
PAN Sidrap saat ini hanya punya satu kursi di DPRD. Angkasa menganggap itu terlalu sedikit.
Targetnya jelas: 3 hingga 4 kursi di Pemilu mendatang. Namun, ia sadar, kursi bukan sekadar angka.
Ada strategi yang harus dijalankan, ada mesin partai yang harus dipanaskan.
“DPC harus diberi kewenangan luas dalam menentukan caleg mereka sendiri. Ini cara agar PAN lebih dekat dengan rakyat, lebih berakar, lebih punya daya dobrak,” ujarnya.
Tak hanya itu, Angkasa juga menggagas kebijakan radikal: pembiayaan caleg oleh partai.
“Jangan biarkan caleg berjuang sendiri. Partai harus hadir. Kita akan kasih kemudahan,” janjinya.
Dukungan dari Para Sesepuh
Dinamika politik tak lepas dari restu para tokoh senior. Nama-nama besar di PAN Sidrap pun mulai menyatakan dukungan kepada Angkasa.
Salah satunya, Syaharuddin Ambo Upe, politisi senior dari Dua Pitue.
“Angkasa punya kapasitas. Dia bukan sekadar kader, tapi pejuang partai yang paham medan,” ujar Syaharuddin.
Dengan dukungan yang terus mengalir, peluang Angkasa untuk menakhodai PAN Sidrap semakin terbuka lebar.
Kini, tinggal menunggu waktu: akankah PAN Sidrap benar-benar memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Angkasa?
Waktu yang akan menjawab. Tapi satu yang pasti, politik di Sidrap tak akan pernah sepi.(*)
Tinggalkan Balasan