Mobilitas ini dipandang penting dalam membentuk global citizenship, warga dunia yang berpikir kritis, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
Langkah IAI Rawa Aopa bukan sebatas respons sesaat. Ia adalah bagian dari visi besar: menjadikan kampus ini sebagai Islamic higher education institution with global competitiveness. Sebuah kampus Islam dari wilayah konservasi Rawa Aopa, namun dengan cakrawala pemikiran yang menembus batas-batas geografis dan ideologis.
Ini juga bagian dari upaya menjadikan riset sebagai leading sector dalam pendidikan tinggi Islam. Tidak lagi hanya mengajar, tetapi juga mencipta—pengetahuan, kebijakan, dan solusi.
Kemitraan ini diharapkan menjadi preseden positif. IAI Rawa Aopa ingin memberi pesan: tak ada yang terlalu kecil untuk bermimpi besar. Bahkan dari wilayah 3T, kampus kecil bisa menyapa dunia. Asalkan ada visi, jejaring, dan tekad.
Dalam era BRICS dan multipolaritas global, kerja sama seperti ini bukanlah pilihan, tapi keharusan. IAI Rawa Aopa telah memulainya. Mungkin esok, dari Andoolo, akan lahir solusi dunia.
Dari rawa, menembus samudra.
Editor: Edy Basri
Tidak ada komentar