Peluang podium 1: sekitar 12–18 persen
Ini yang paling sulit. Bukan karena ia tidak mampu, tapi karena Moto3 sering ditentukan oleh chaos: slipstream panjang, manuver nekat, bahkan kesalahan kecil pembalap lain.

Namun, dengan top speed tertinggi di grid, Veda punya “senjata rahasia” di trek lurus panjang COTA.

Dan di Moto3, sering kali yang menang bukan yang paling cepat…

…tapi yang paling tepat waktu.

Ada satu detail yang sering luput.

Veda sempat mencatat waktu lebih cepat (2:12,527) setelah keluar pit. Artinya, secara potensi murni, ia bahkan bisa lebih dekat ke pole.

Itu sinyal penting.

Advertisement

Bahwa performanya belum mentok.

Bahwa masih ada ruang.

Dan di balapan, ruang itu bisa berubah menjadi hasil.

Balapan nanti bukan hanya soal kecepatan.

Ini soal mental.

Apakah ia berani menahan posisi di lap awal?
Apakah ia cukup sabar menunggu momen?
Apakah ia siap mengambil risiko di dua tikungan terakhir?

Jika tiga pertanyaan itu terjawab dengan “ya”—

Advertisement

maka podium bukan lagi mimpi.

Ia sudah berada di pintu.

Tinggal memilih: mengetuk… atau langsung masuk.

Dan Austin akan menjadi saksi, apakah seorang anak muda dari Indonesia hanya lewat di depan podium

atau berdiri di atasnya. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.