📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Wajo, katasulsel.com — Kabupaten Wajo yang dipimpin Bupati Andi Rosman menunjukkan konsistensi dalam menjaga rasionalitas biaya pembangunan. Data Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IKK Wajo berada di angka 95,59 poin, sebuah indikator yang menempatkan daerah ini dalam kategori biaya konstruksi moderat dan terkendali.

Angka tersebut naik 0,54 poin dibandingkan tahun 2024, namun secara jangka menengah justru turun 2,57 poin dalam lima tahun terakhir. Tren ini mengindikasikan bahwa dinamika pembangunan di Wajo tidak terjebak dalam spiral kenaikan harga material yang ekstrem, sekaligus mencerminkan adanya stabilitas kebijakan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Andi Rosman.

Dalam metodologi BPS, IKK merepresentasikan tingkat kemahalan konstruksi suatu daerah dengan Kota Surabaya sebagai kota acuan nasional. Dengan skor 95,59 poin, biaya konstruksi bangunan di Wajo setara 0,956 kali biaya konstruksi di Surabaya. Artinya, pembangunan fisik di Wajo masih relatif lebih ekonomis dibandingkan kota acuan tersebut.

Jika ditarik ke konteks Sulawesi Selatan, posisi Wajo berada di peringkat ke-12 dari 24 kabupaten/kota. Posisi ini menempatkan Wajo tepat di zona tengah: tidak berada pada kelompok daerah dengan biaya pembangunan paling mahal, namun juga tidak masuk kategori termurah yang kerap menyimpan risiko kualitas.

Sebagai perbandingan, Kabupaten Gowa tercatat memiliki IKK terendah di Sulsel sebesar 90,09 poin, disusul Barru, Parepare, Bantaeng, dan Takalar. Sementara itu, Kabupaten Luwu Timur mencatatkan IKK tertinggi dengan 103,08 poin, diikuti Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Kepulauan Selayar.

Dalam lanskap tersebut, Wajo tampil sebagai daerah dengan struktur biaya konstruksi yang seimbang. Kondisi ini dinilai memberi ruang fiskal yang lebih sehat bagi pemerintah daerah untuk menjalankan program infrastruktur, sekaligus memberi kepastian biaya bagi pelaku usaha jasa konstruksi dan investor.

Stabilitas IKK juga merefleksikan efektivitas rantai pasok material, aksesibilitas wilayah, serta ketersediaan tenaga kerja konstruksi lokal. Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rosman, pengendalian biaya pembangunan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas.