
SIDRAP, Katasulsel.com — Harapan lama masyarakat Tantutedong dan sekitarnya akhirnya terwujud. Mulai pekan ini, Pasar Tanrutedong resmi beroperasi setiap hari. Tak lagi terbatas pada hari pasaran tertentu, pasar kini buka dari Senin hingga Ahad, mengikuti ritme kebutuhan warga yang terus bergerak.
Keputusan ini menandai babak baru pengelolaan pasar rakyat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Tantutedong, yang dikenal sebagai salah satu kawasan perkotaan cukup ramai dan maju, selama bertahun-tahun dinilai belum mendapatkan layanan pasar yang sepadan dengan dinamika ekonominya.
Aktivitas jual beli hanya menggeliat pada hari-hari tertentu, sementara di hari lain kawasan pasar cenderung lengang.
Perubahan itu tak lepas dari perhatian langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Ia menaruh fokus pada hal-hal yang kerap dianggap sepele, namun justru menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pasar Tanrutedong menjadi salah satu contoh konkret bagaimana kebijakan kecil dapat berdampak luas.
Tak hanya soal hari operasional, wajah pasar pun mengalami transformasi signifikan. Kesan kumuh yang melekat bertahun-tahun perlahan hilang. Area pasar kini tertata lebih rapi, bersih, dan nyaman. Penataan tersebut merupakan bagian dari kebijakan menyeluruh pemerintah daerah yang menyasar seluruh pasar tradisional di Sidrap.
Bahkan, Pasar Tanrutedong kini tak lagi sekadar ruang ekonomi. Kawasan ini pernah dijadikan lokasi pelantikan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap, sebuah simbol bahwa pasar rakyat ditempatkan sebagai ruang publik yang bermartabat dan layak menjadi etalase kebijakan pemerintah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sidrap, Muh Fajrin, menyebut pembukaan pasar setiap hari sebagai langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
“Pasar Tanrutedong kita buka setiap hari agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terputus. Pedagang punya kesempatan lebih luas berjualan, dan masyarakat tidak lagi bergantung pada hari pasaran tertentu untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Fajrin.
Menurutnya, kebijakan ini juga diiringi dengan penguatan pengelolaan dan kebersihan pasar. Pemerintah daerah memastikan penataan lapak, pengelolaan sampah, serta ketertiban pedagang berjalan seiring dengan penambahan hari operasional.
“Ini bukan hanya soal buka setiap hari, tapi bagaimana pasar menjadi tempat yang nyaman, tertib, dan sehat. Arahan Bupati jelas, semua pasar di Sidrap harus naik kelas,” tegasnya.
Bagi warga dan pedagang, kebijakan ini disambut antusias. Pasar yang hidup setiap hari berarti perputaran ekonomi yang lebih stabil dan peluang usaha yang semakin terbuka.
Dari Pasar Tanrutedong, Sidrap menegaskan arah pembangunannya: maju dan sejahtera dengan menghadirkan negara hingga ke ruang-ruang paling dekat dengan kehidupan rakyat. (*)






Tinggalkan Balasan