
Jakarta, Katasulsel.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) bersiap mendirikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) sebagai langkah strategis dalam memperkuat literasi pasar modal di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Pendirian Galeri Investasi ini merupakan hasil sinergi antara UNUSIA, Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT BNI Sekuritas sebagai mitra perusahaan efek.
Dekan FEB UNUSIA, Dr. Mohammad Zuhdi, M.A, menegaskan bahwa Galeri Investasi akan menjadi instrumen penting dalam transformasi pembelajaran ekonomi dan bisnis. “Galeri Investasi bukan hanya fasilitas pendukung akademik, tetapi ruang pembelajaran aplikatif yang menyiapkan mahasiswa agar melek pasar modal, beretika, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dukungan kelembagaan juga ditegaskan oleh Dr. Fira Mubayyina, M.H., Wakil Rektor II UNUSIA, yang menilai pendirian GI BEI selaras dengan penguatan tata kelola dan pengembangan institusi. “Universitas mendukung penuh pendirian Galeri Investasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem tridarma, khususnya dalam pengelolaan sumber daya, kemitraan strategis, dan peningkatan daya saing lulusan,” tegasnya. 23/01/2026
Dari pihak Bursa Efek Indonesia, Hendra Pamungkas Jovianto, Senior Officer Regional Development 3 IDX, menyampaikan bahwa Galeri Investasi BEI memiliki peran vital dalam membangun ekosistem pasar modal yang berkelanjutan. “GI BEI menjadi sarana resmi edukasi pasar modal, sekaligus wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, BEI, dan perusahaan sekuritas,” jelasnya.
Sementara itu, Firda Yosep, Head of Partnership, Collaboration & Synergy PT BNI Sekuritas, menekankan pentingnya akses investasi yang aman dan teredukasi. “Kami berkomitmen mendukung GI BEI UNUSIA sebagai pusat edukasi investasi, pendampingan pembukaan rekening efek, serta penguatan literasi keuangan mahasiswa,” ungkapnya.
Dari sisi keilmuan, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I, Kaprodi Ekonomi Syariah, menyoroti peran Galeri Investasi dalam pengembangan pasar modal syariah. “Ini menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai investasi syariah yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, Kaprodi Akuntansi UNUSIA, menyatakan bahwa GI BEI akan memperkuat kompetensi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi memahami praktik pasar modal sebagai bagian dari tata kelola keuangan yang sehat dan berintegritas,” tegasnya.
Melalui pendirian Galeri Investasi BEI ini, FEB UNUSIA diharapkan tampil sebagai pusat literasi pasar modal yang inklusif, edukatif, dan berorientasi masa depan.(*)






Tinggalkan Balasan