Sidrap, katasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 mendorong lahirnya perencanaan ekonomi desa yang lebih terarah dan partisipatif di Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)
Program bertajuk Penguatan Perencanaan Ekonomi Desa Compong Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan difokuskan pada pemetaan aset lokal serta peningkatan peran masyarakat dalam menyusun arah pembangunan ekonomi desa.
Program ini digagas oleh Amelda Sari, mahasiswi Ilmu Ekonomi, bersama Koordinator Desa KKN Muhammad Fadel dan tim yang terdiri dari Widyastuti Pasassa, Indah Permata Sari, Muzkira Ade Tasiah, serta Anugerah Ramadhan. Kolaborasi tim membuat kegiatan survei lapangan dan wawancara berjalan lancar dan tepat sasaran.
Sebanyak 28 warga Desa Compong dari berbagai latar belakang ikut terlibat, mulai dari petani, pelaku UMKM, pendidik, ibu rumah tangga produktif, pemuda, hingga aparat desa. Pendekatan ABCD digunakan untuk menggali kekuatan yang telah dimiliki desa, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Warga menyampaikan pandangan, pengalaman, serta kebutuhan mereka terkait pengembangan ekonomi desa ke depan. Seluruh masukan tersebut kemudian dirangkum sebagai dasar
Kepala Desa Compong, Egy Sunardi Nurdin, S.Pd., M.Si., menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas. Ia menilai program ini membantu pemerintah desa melihat potensi lokal secara lebih terstruktur.
“Program ini sangat membantu desa dalam memetakan potensi yang ada secara lebih sistematis,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Amelda Sari menyusun draf artikel ilmiah yang mengangkat potensi ekonomi Desa Compong. Selain itu, ia juga mengembangkan website edukatif bertajuk PA’GELLO COMPONG yang berisi informasi dan panduan pengelolaan hasil pertanian desa.
“Website PA’GELLO COMPONG dirancang sebagai media edukasi untuk mendorong pemahaman masyarakat tentang pengelolaan potensi desa secara mandiri,” jelas Amelda.
Pemerintah Desa Compong kemudian menunjuk salah satu aparat desa untuk mengelola dan memperbarui website tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 berharap perencanaan ekonomi Desa Compong semakin kuat, berbasis potensi lokal, dan mampu mendorong kemandirian desa ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan