Sidrap, Katasulsel.comHarapan itu akhirnya tiba di Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap. Pak Amir bersama istrinya, Asia, dan anak mereka kini menempati rumah baru yang layak huni, setelah sebelumnya bertahun-tahun hidup di gubuk reyot tanpa penerangan listrik.

Kondisi memprihatinkan keluarga Pak Amir sempat menyentuh perhatian publik. Dinding rapuh, atap bocor, dan gelapnya malam menjadi bagian dari keseharian mereka. Situasi tersebut kemudian sampai ke telinga jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan.

Tak berhenti pada empati, PSI Sulsel bergerak cepat. Melalui kerja kolektif para pengurus dan kader, sebuah rumah panggung yang layak huni dibangun dan diserahkan langsung kepada keluarga Pak Amir, jelang pelaksanaan pelantikan pengurus PSI Sulsel, Rapat Koordinasi Wilayah, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Pengurus PSI Sulsel menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen partai untuk menghadirkan politik yang berpihak pada kemanusiaan dan kebutuhan dasar warga.

“Kami ingin kehadiran PSI benar-benar dirasakan masyarakat. Apa yang dialami Pak Amir adalah potret nyata kondisi rakyat kecil yang tidak boleh diabaikan,” ujar salah satu pengurus PSI Sulsel.

Bagi Pak Amir dan keluarganya, rumah baru ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan awal kehidupan yang lebih layak. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Kami sangat bersyukur. Rumah ini adalah mimpi yang akhirnya terwujud. Terima kasih kepada PSI Sulsel yang sudah peduli dengan kami,” tutur Pak Amir.

Aksi sosial di Bilokka ini menegaskan arah gerak PSI Sulsel menjelang Rakernas, yakni menempatkan kerja kemanusiaan sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas politik. Di tengah dinamika politik yang kerap dipenuhi janji, PSI Sulsel memilih menghadirkan bukti nyata—sebuah rumah, sebuah harapan, dan awal baru bagi keluarga kecil di Sidrap. (*)