Kuala lumpur, Katasulsel.com — Langkah Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menuju internasionalisasi akademik kian nyata. Sebanyak 10 mahasiswa Pascasarjana Program Studi Administrasi Publik menjalani seminar proposal penelitian langsung di luar negeri, tepatnya di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangkaian program Benchmarking Internasional yang juga mencakup Thailand.

Seminar proposal tersebut menjadi bagian strategis dari agenda akademik, dengan pelaksanaan di Kuala Lumpur dan melibatkan dosen pembimbing serta tim penguji, baik secara tatap muka maupun daring. Para mahasiswa mempresentasikan rancangan riset secara terstruktur, diuji secara kritis, sekaligus diperkaya dengan perspektif global.

Wakil Rektor I UMS Rappang sekaligus dosen pembimbing, Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si., menjelaskan bahwa topik penelitian yang diangkat mahasiswa tidak hanya akademis, tetapi juga menyentuh persoalan nyata di daerah.

“Salah satu proposal menyoroti kebijakan penanganan kemiskinan dengan pendekatan multidimensi—sosial, ekonomi, dan kultural—di Kabupaten Pinrang. Ini menunjukkan arah riset yang kontekstual dan aplikatif,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Mahasiswa tersebut dibimbing bersama Dr. Andi Nilwana, dengan tim penguji yang terdiri dari Prof. Nurjannah Nonci, Prof. Muliani, dan Dr. Nuraeni Kasman. Secara keseluruhan, seminar proposal ditargetkan menuntaskan presentasi seluruh 10 mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Program benchmarking internasional sendiri masih berlanjut. Pada hari kelima, Selasa (27/1/2026), rombongan dijadwalkan mengikuti agenda best practice ke Genting Highlands. Di hari yang sama, delapan mahasiswa Magister Administrasi Publik lainnya akan menyusul bergabung setelah menyelesaikan tahapan akademik di kampus.

Menurut Dr. Rais, penggabungan seminar proposal dengan benchmarking internasional bukan sekadar inovasi kegiatan, melainkan strategi percepatan studi yang dirancang secara sistematis.

“Model ini efektif. Masa studi yang sebelumnya paling cepat dua tahun, kini bisa dipangkas menjadi sekitar satu tahun satu bulan tanpa mengurangi kualitas akademik,” tegasnya.

Selain agenda ilmiah, peserta juga mendapatkan pengalaman historis dan kultural. Pada hari keempat, rombongan mengunjungi Masjid Jamek, salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur, sebagai pengingat peran penting kawasan ini dalam sejarah penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke Menara Kembar Petronas (KLCC Twin Towers), ikon kemajuan Malaysia, yang memberi perspektif langsung tentang tata kelola kota modern dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, UMS Rappang menegaskan komitmennya mendorong pendidikan pascasarjana berstandar global, berakar pada persoalan lokal, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan masa depan.(*)