Soppeng, Katasulsel.com Di Ganra, konsolidasi itu tidak selalu dimulai dengan pidato panjang. Kadang cukup dengan duduk bersama, membuka agenda, lalu menyamakan niat. Itulah yang dilakukan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI–Polri (FKPPI) Rayon Ganra menjelang dua agenda penting organisasi di Kabupaten Soppeng.

Ketua FKPPI Rayon Ganra, Naharuddin, S.Sos., M.Si, menyebutnya sebagai kerja sunyi yang membutuhkan keseriusan. Ia tidak hanya mempersiapkan Musyawarah Cabang (Muscab) Ke X FKPPI Keluarga Besar PC 1914 Soppeng, tetapi juga mengoordinasikan sebuah kegiatan yang lebih terbuka bagi publik: FKPPI Fun Run Soppeng 2026.

“Kami ingin Muscab berjalan tertib, bermartabat, dan menghasilkan keputusan yang memperkuat organisasi,” kata Naharuddin, singkat tapi tegas.

Bagi FKPPI, Muscab bukan sekadar forum memilih kepengurusan. Ia adalah ruang refleksi: sejauh mana organisasi tetap setia pada nilai dasar kebangsaan yang diwariskan para purnawirawan TNI dan Polri. Nilai tentang disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab sosial.

Karena itu, jauh hari sebelum Muscab digelar, FKPPI Rayon Ganra telah mengadakan rapat internal pengurus. Bukan untuk seremonial, melainkan memastikan setiap detail berjalan pada rel yang sama—organisasi yang solid, tertib, dan siap bersinergi.

Namun FKPPI tidak ingin terjebak dalam ruang rapat semata. Di momentum Hari Jadi Kabupaten Soppeng 2026, mereka memilih keluar menemui masyarakat melalui FKPPI Fun Run. Sebuah kegiatan yang sederhana, tapi sarat makna.

“Fun Run ini cara kami menyapa masyarakat. Olahraga, kebersamaan, dan kegembiraan, tapi tetap membawa pesan persatuan,” ujar Naharuddin.

Di tengah polarisasi sosial yang mudah muncul, kegiatan semacam ini menjadi penanda bahwa organisasi kebangsaan masih punya cara elegan untuk merawat persatuan. Tidak dengan slogan keras, tapi dengan kebersamaan yang membumi.

Bagi FKPPI Rayon Ganra, sinergi dengan pemerintah daerah bukan sekadar jargon. Ia diwujudkan dalam dukungan nyata terhadap agenda pembangunan dan peringatan hari jadi daerah, tanpa kehilangan identitas sebagai organisasi yang berakar pada nilai NKRI.

“Kami ingin FKPPI tetap relevan. Hadir, bekerja, dan memberi manfaat,” katanya.

Muscab dan Fun Run, bagi mereka, hanyalah alat. Tujuannya lebih besar: menjaga keutuhan, memperkuat persaudaraan, dan memastikan bahwa semangat kebangsaan tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus
hidup dalam praktik sehari-hari.

Di Ganra, persiapan itu sudah dimulai. Tanpa gaduh. Tanpa banyak sorotan. Tapi dengan keyakinan bahwa organisasi yang kuat selalu dibangun dari kesadaran bersama. (*)