📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Tidak semua hal penting harus besar. Tidak semua yang berdampak harus megah. Kadang, masa depan justru dimulai dari ruang kecil, kursi pendek, dan suara anak-anak yang belum fasih mengeja.
Pagi itu, Jumat, 30 Januari 2026, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif meresmikan renovasi TK Kemala Bhayangkari 21 Cabang Sidrap. Gedungnya sederhana. Tapi niat di baliknya tidak kecil.
Di samping bupati berdiri Kapolres Sidrap AKBP dr. Fantry Taherong. Bukan sekadar mendampingi. Lebih dari itu, menunjukkan bahwa urusan pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab dinas tertentu. Ia urusan bersama.
Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Ny. Dian Fantry ikut hadir. Begitu pula Ketua TP PKK Sidrap Hj. Haslinda, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, unsur Forkopimda, dan sejumlah undangan. Lengkap. Tapi fokusnya bukan pada siapa yang hadir. Fokusnya pada apa yang diperbaiki.
Gedung TK ini selesai direnovasi. Ruang kelasnya lebih tertata. Fasilitasnya lebih layak. Lingkungannya lebih ramah anak. Tidak berlebihan. Tidak juga asal-asalan. Cukup. Dan tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif tidak berbicara tentang angka-angka besar. Ia bicara tentang fondasi. Tentang bagaimana masa depan daerah ditentukan sejak anak-anak masih belajar duduk rapi dan berbagi mainan.
“Kalau fondasi pendidikannya kuat, kita tidak perlu khawatir dengan masa depan,” ujarnya singkat.
Kapolres Sidrap AKBP dr. Fantry Taherong menyampaikan apresiasi atas kerja bersama yang telah terbangun. Pemerintah daerah, Bhayangkari, dan masyarakat, katanya, bergerak dalam satu arah.
“Ini hasil sinergi. Pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.
Peresmian dilakukan dengan pengguntingan pita. Setelah itu, para tamu meninjau langsung ruang-ruang kelas. Melihat. Mengamati. Tidak ada yang dibuat dramatis. Karena memang tidak perlu.
Acara berlangsung sederhana. Khidmat. Lalu selesai.
Namun justru di situlah pesannya: perhatian pada pendidikan tidak selalu harus ramai. Yang penting, ia konsisten. Dimulai sejak dini. Dari tempat yang paling dasar.
Dari taman kanak-kanak. (*)






Tinggalkan Balasan