Sulsel, Katasulsel.com – Kalau di dunia sepakbola ada derby, di dunia tata kelola pengadaan ada duel ITKP. Tahun 2025 ini, Luwu Timur keluar sebagai juara dengan skor 87,63, sementara Sidrap menempel ketat di posisi kedua dengan skor 80,20, predikat Baik.

Kalau dilihat tren tiga tahun terakhir, Sidrap menunjukkan naik daun yang impresif. Dari skor 51,02 pada 2023 (Cukup), naik ke 63,41 pada 2024, dan akhirnya ke 80,20 di 2025. Sedangkan Luwu Timur, sejak awal sudah konsisten berada di papan atas, menjadikannya lawan yang tangguh bagi Sidrap.

Menurut Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sidrap, Musafir Tajuddin, keberhasilan Sidrap bukan kebetulan. “Kunci kami ada di pemanfaatan sistem pengadaan, kompetensi SDM PBJ, dan kematangan UKPBJ. Konsistensi pakai SIRUP, e-Tendering, e-Katalog, hingga e-Kontrak bikin semua proses pengadaan terpantau rapih,” katanya.

Sidrap memang membuktikan kalau kabupaten kecil pun bisa menyalip kota-kota lain kalau tata kelolanya tertata dan digital-savvy. Tapi Luwu Timur tetap jadi “raja” Sulsel, dengan skor yang cukup jauh untuk dikatakan nyaman di puncak.

Prestasi ini sejalan dengan misi Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, yang ingin Sidrap jadi pemerintahan efektif, transparan, akuntabel, dan inovatif. Sementara Luwu Timur tetap menjadi tolok ukur, jadi target yang harus dikejar kabupaten lain.

Jadi, bisa dibilang di Sulsel sekarang ada persaingan menarik antara dua kabupaten: Sidrap yang ambisius dan cepat berkembang, versus Luwu Timur yang sudah stabil di puncak. Tahun depan, apakah Sidrap bisa menyodok ke posisi pertama? Waktu yang akan menjawab.(*)