📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Bogor, katasulsel.com — Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul kembali mempertemukan Presiden dengan para kepala daerah. Sidrap hadir lengkap.

Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah duduk mendengar langsung arahan Presiden RI. Tidak ada yang istimewa dari kehadiran itu—karena yang diuji bukan kehadiran, melainkan keberanian menindaklanjuti.

Presiden bicara lugas. Tentang kepemimpinan yang jujur. Tentang pejabat yang bekerja untuk rakyat, bukan untuk kelompoknya sendiri. Pesan itu sederhana, tetapi tidak semua daerah siap menerjemahkannya ke dalam kebijakan nyata.

Bagi Sidrap, arahan itu tidak boleh berhenti di ruang konvensi.

Daerah agraris ini hidup dari sawah, irigasi, dan harga gabah. Sinergi dengan pusat tidak cukup dimaknai sebagai kepatuhan administratif. Ia harus hadir dalam bentuk program yang terasa di lapangan.

Kehadiran Wakil Bupati dalam rakornas ini mempertegas satu hal: tidak boleh ada jarak dalam kepemimpinan daerah. Sidrap dituntut bergerak dalam satu komando, satu arah, dan satu tujuan—pelayanan publik yang nyata.

Bupati Syaharuddin Alrif kerap dilekatkan dengan identitas “anak petani”.

Rakornas ini menjadi ujian konsistensi. Apakah kebijakan pertanian benar-benar berpihak, atau hanya berhenti di laporan produksi.

Sentul sudah selesai. Foto sudah diambil.
Sidrap pulang membawa pesan berat.
Karena rakyat tidak menunggu laporan rakornas. Mereka menunggu perubahan. (*)