📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Puasa, bagi Syaharuddin Alrif, bukan alasan untuk menurunkan ritme kerja. Justru sebaliknya.
Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat disiplin dan kualitas pelayanan publik. Itulah garis besar kebijakan yang ditegaskan Bupati Sidrap saat diwawancarai katasulsel.com, Senin, 2 Februari 2026.
Syaharuddin memastikan, memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, tidak ada perubahan signifikan dalam aktivitas pemerintahan.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap bekerja seperti biasa. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut “berpuasa”.
“ASN itu pelayan publik. Berpuasa itu ibadah, melayani masyarakat juga ibadah. Dua-duanya tidak boleh saling meniadakan,” kata Syaharuddin.
Ia menegaskan, penyesuaian jam kerja tidak boleh dimaknai sebagai penurunan kualitas layanan.
Kantor pemerintah tetap harus responsif, cepat, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan. Ramadhan, menurutnya, justru melatih kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ASN.
Menariknya, hari pertama Ramadhan di Sidrap tidak dibuka dengan seremoni di balik meja.
Pemerintah daerah menjadwalkan panen raya jagung di Kecamatan Watang Pulu tepat pada 1 Ramadhan. Tradisi ini kembali diulang setelah sebelumnya dilakukan pada tahun lalu.
“Panen di hari pertama Ramadhan itu ikhtiar dan doa. Kita mohon keberkahan kepada Allah SWT agar hasil pertanian masyarakat Sidrap terus meningkat,” ujarnya.
Usai panen, agenda tidak berhenti. Kegiatan langsung dilanjutkan dengan penanaman jagung dan padi, dari siang hingga sore hari. Aktivitas lapangan tetap berjalan, menunjukkan bahwa Ramadhan bukan bulan pasif bagi sektor pertanian Sidrap.
Di bidang keagamaan, Pemkab Sidrap menggerakkan tim safari dakwah yang telah disiapkan untuk turun langsung ke masjid-masjid dan ruang kemasyarakatan.
Fokusnya bukan sekadar ceramah, tetapi penguatan pemahaman keagamaan dan peningkatan kualitas ibadah masyarakat.
“Kita ingin Ramadhan berdampak. Ilmu bertambah, ibadah meningkat, dan kehidupan sosial makin baik,” kata Syaharuddin.
Puncak kegiatan spiritual Ramadhan direncanakan lewat Tabligh Akbar di Masjid Agung Sidrap pada 27 Ramadhan. Pemerintah daerah menargetkan kehadiran sekitar 10 ribu jamaah.
Selain itu, Syaharuddin bersama jajaran Pemkab juga akan melakukan safari Ramadhan ke seluruh wilayah Sidrap untuk memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Program Sidrap Berkah dan Sidrap Bersih tetap dilanjutkan selama Ramadhan. Kebersihan lingkungan, kegiatan sosial, dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi agenda utama.
Sementara di sektor ekonomi, pemerintah menyiapkan bazar Ramadhan di seluruh kecamatan.
Bukan hanya sebagai pusat penjualan takjil, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat, terutama setelah salat tarawih.
Seluruh bazar akan berada di bawah pengawasan Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM.
“UMKM harus tumbuh. Ramadhan tidak boleh mematikan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Sebelas kecamatan akan menggelar bazar Ramadhan. Pemerintah berharap denyut ekonomi malam tetap hidup, UMKM bergerak, dan masyarakat memiliki ruang interaksi yang positif selama bulan suci.
Sidrap, di bawah kepemimpinan Syaharuddin Alrif, memilih jalan yang tegas: Ramadhan dijalani dengan ibadah, tetapi pelayanan publik, pertanian, dan ekonomi rakyat tetap digeber. Puasa iya. Pelayanan juga harus tetap kenyang. (*)






Tinggalkan Balasan