📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Makassar, katasulsel.com — Awal 2026, Sulawesi Selatan resmi membuka tahun dengan sensasi baru: harga naik lebih cepat dari suhu cuaca. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat inflasi tahunan Januari 2026 sebesar 4,11 persen.

Angkanya mungkin terlihat biasa. Tapi jangan salah. Sidrap, Parepare, dan Wajo memilih jalur berbeda.

Sidrap memimpin. Dengan inflasi 5,63 persen, kabupaten ini sukses berada di posisi teratas se-Sulsel. Bukan juara panen kali ini, tapi juara kenaikan harga. Sebuah prestasi yang tentu tidak dirayakan di dapur rumah tangga.

Di belakang Sidrap, Kota Parepare tak mau kalah. Inflasi 5,04 persen. Kota pelabuhan itu tampaknya ikut merasakan efek bongkar-muat harga—bukan barang.

Kabupaten Wajo menyusul dengan 4,17 persen. Tidak setinggi Sidrap, tidak serendah Makassar. Posisi aman, tapi tetap bikin dompet waspada.

Sementara itu, Makassar, ibu kota provinsi, justru tampil lebih kalem dengan inflasi 3,82 persen. Seolah ingin bilang: “Tenang, saya masih bisa menahan diri.”

Plt Kepala Bagian Umum BPS Sulsel, Khaerul Agus, menjelaskan inflasi ini dihitung dari perubahan Indeks Harga Konsumen Januari 2026 dibanding Januari 2025. Dan penyebab utamanya terdengar sangat akrab.

Listrik.
Naik 11,67 persen.

Tak heran. Rumah tangga menyala, tagihan ikut menyala. Bahkan lebih terang dari lampu LED.

Belum cukup, emas perhiasan ikut menyumbang inflasi 1,19 persen. Logis. Saat harga naik, orang cari aman. Tapi emas naik, aman pun jadi mahal.

Beras? Tetap setia. Menyumbang 0,24 persen. Tidak pernah absen dalam cerita inflasi.

Laut pun tak luput. Ikan bandeng, ikan layang, ikan cakalang—semuanya naik. Lengkap sudah: darat naik, laut naik, udara lewat kabel listrik juga naik.

Untuk catatan, inflasi bulanan Januari 2026 tercatat 0,47 persen. Angka yang sama juga menjadi inflasi year to date. Artinya: tahun baru, rasa lama.

Bagi Sidrap, Parepare, dan Wajo, data ini bukan sekadar angka statistik. Ia hadir setiap hari—di pasar, di warung, di struk belanja.

Inflasi memang tidak bisa dilihat.
Tapi dampaknya selalu terasa.
Terutama saat gaji diam, harga rajin bergerak. (*)