📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppKonawe, Katasulsel.com – Penutupan aktivitas tambang galian C di Kabupaten Konawe berujung panjang. Ratusan sopir dump truk turun ke jalan dan mendatangi Kantor DPRD Konawe, Senin (2/2/2026), menuntut kepastian atas nasib mata pencaharian mereka.
Hampir dua pekan, mesin truk tak lagi menyala. Pasir tak diangkut. Penghasilan pun terhenti. Bagi para sopir, penutupan tambang tanpa kejelasan waktu sama artinya dengan kehilangan nafkah.
“Kalau tambang ditutup terus, kami mau makan apa?” keluh salah satu sopir dalam aksi.
Dalam unjuk rasa tersebut, massa mendesak pemerintah daerah segera mengambil keputusan. Mereka meminta aktivitas tambang pasir kembali dibuka, setidaknya sambil menunggu proses perizinan dirampungkan.
Aspirasi para sopir diterima DPRD Konawe. Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, S.E., menerima langsung perwakilan massa dan memfasilitasi rapat dengar pendapat (hearing) di Ruang Gusli Topan Sabara.
Dalam forum itu, perwakilan sopir menyampaikan satu pesan utama: kepastian. Mereka meminta pemerintah tidak menggantung nasib ratusan keluarga yang bergantung pada sektor tambang galian C.
Ditemui usai hearing, Dedy mengakui bahwa persoalan ini menyentuh hajat hidup banyak orang. Ia menyebut DPRD Konawe menawarkan dua skema penyelesaian.
“Untuk jangka pendek, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait agar ada ruang kebijakan sementara, sehingga aktivitas tambang bisa berjalan sambil proses perizinan diselesaikan,” ujar Dedy.
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, DPRD Konawe akan memanggil dinas teknis, khususnya Dinas Pertambangan, guna menuntaskan persoalan perizinan tambang galian C agar tidak berulang.
“Kami ingin persoalan ini terang dan tuntas, supaya tidak terus menimbulkan keresahan, baik bagi sopir maupun pelaku usaha,” katanya.
Bagi para sopir, keputusan cepat menjadi kunci. Sebab setiap hari tambang tertutup, berarti dapur rumah ikut terkunci.
Kini bola ada di tangan pemerintah daerah. Menutup tambang mungkin soal aturan. Tapi membuka jalan solusi adalah soal keberpihakan.(*)






Tinggalkan Balasan