📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppKonawe Selatan, Katasulsel.com – Desa Lamoeri, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, kini menjadi sorotan. Hampir dua periode Kepala Desa Tomas Toban memimpin, infrastruktur dasar desa tetap stagnan, sementara Dana Desa terus mengalir. Jalan desa rusak, fasilitas publik minim, dan akses ekonomi masyarakat nyaris tidak tersentuh pembangunan.
Warga menyoroti ketidaktransparanan pengelolaan Dana Desa. Papan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa), yang wajib dipasang di ruang publik sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, belum juga terlihat. Padahal, papan ini menjadi indikator apakah dana desa digunakan sesuai rencana atau tidak.
“APBDes itu bukan soal kemauan warga. Ini perintah undang-undang. Semua item kegiatan dan anggaran desa harus bisa diketahui masyarakat,” kata seorang warga.
Kepala Desa Tomas Toban membantah adanya kegiatan fiktif. “Bohong kalau ada tudingan program desa fiktif. Semua berjalan sesuai aturan dan rencana,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media. Namun janji untuk segera memasang papan APBDes, yang diberikan dua minggu lalu, belum juga terealisasi.
Selain itu, prioritas pembangunan juga dipertanyakan. Warga menyoroti bangunan yang dibangun di pinggir irigasi persawahan. Menurut mereka, bangunan tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan mayoritas masyarakat.
“Kami sudah lama minta jembatan untuk akses kendaraan ke kebun. Tapi yang dibangun malah bangunan di pinggir irigasi yang tidak jelas manfaatnya,” keluh seorang warga.
Seorang pemerhati pembangunan desa, Arif Hidayat, menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan masalah serius dalam tata kelola Dana Desa. “Dana Desa itu besar dan seharusnya menjadi motor pembangunan. Tapi jika transparansi dan partisipasi masyarakat diabaikan, manfaatnya tidak akan dirasakan. Ini bukan sekadar soal fisik, tapi soal akuntabilitas dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Aktivis lokal juga menuntut inspektorat turun tangan. Mereka menilai pengawasan internal desa perlu diperkuat agar dana desa yang besar benar-benar membawa manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, papan APBDes Desa Lamoeri belum terlihat di ruang publik desa, meninggalkan pertanyaan besar: ke mana sebenarnya aliran Dana Desa yang seharusnya menghidupkan infrastruktur dan kesejahteraan warga? (*)






Tinggalkan Balasan