📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Jakarta, Katasulsel.com – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memberi sinyal keras kepada Presiden RI Prabowo Subianto: jelang Pilpres 2029, lebih bijak jika fokus membenahi kebijakan yang berpotensi diserang lawan politik.

Pernyataan Burhanuddin disampaikan dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (5/2/2026), menanggapi ucapan Prabowo agar pihak yang tidak menyukainya bersabar menunggu Pilpres mendatang. Ucapan itu disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor.

“Kalau ditanya pernyataan itu ditujukan kepada siapa, tentu Pak Prabowo yang paling tahu. Tapi dari pengalaman Pilpres 2024, tinggal tiga tahun lagi menuju Pemilu 2029. Waktu itu relatif, karena membangun popularitas dan elektabilitas tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menekankan ada dua jalan politik: pertama, promosi diri melalui kampanye positif; kedua, introspeksi dan pembenahan internal. Menurutnya, opsi kedua justru lebih strategis:

“Lebih baik Presiden Prabowo melakukan pembenahan pada kebijakan yang perlu diperbaiki, sebelum itu dijadikan ‘makanan empuk’ bagi lawan politik. Fokus pada perbaikan program jauh lebih efektif daripada sekadar meningkatkan citra diri.”

Analisis politis:
Saran Burhanuddin menggarisbawahi celah kritis dalam strategi politik Prabowo. Alih-alih sekadar tampil populer, pemeriksaan dan pembenahan internal kebijakan dapat mengurangi risiko diserang lawan, sekaligus menegaskan kredibilitas pemerintah. Strategi ini bersifat defensif sekaligus ofensif: mengamankan basis dukungan dan menutup amunisi politik lawan.

Dengan Pilpres 2029 tinggal tiga tahun lagi, langkah ini bukan sekadar saran, tapi peringatan keras bagi tim Prabowo: jangan tunggu lawan menyerang, selesaikan masalah internal sekarang.

Bagi elite politik, fokus pada kebijakan strategis menunjukkan kematangan dan kesiapan politik, di mana popularitas tanpa substansi hanya akan meninggalkan Prabowo rentan terhadap kritik dan serangan lawan.(*)