📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

SIDRAP, Katasulsel.com – Pagi di Pasar Sentral Bilokka tak hanya diwarnai teriakan pedagang dan tawar-menawar ibu-ibu. Ada satu sosok berseragam loreng yang menyusuri lapak demi lapak.

Sertu Isman, Babinsa Koramil 01/Panca Lautang, turun langsung mengecek harga sembako, Rabu (11/2/2026).

Yang dicek bukan hanya harga di papan. Tapi stok di karung, kualitas barang, sampai cerita pedagang soal naik-turun pasar.

“Harga masih relatif stabil. Stok aman,” kata Sertu Isman di sela pengecekan.

Beberapa komoditas jadi perhatian. Beras medium masih berkisar di angka normal pasar lokal. Minyak goreng kemasan terpantau di kisaran Rp 14 ribuan per liter. Telur ayam ras belum menembus angka psikologis yang bikin ibu-ibu mengeluh. Gula pasir dan bawang juga terpantau tidak mengalami lonjakan signifikan.
Yang menarik, pedagang justru menyambut pengecekan itu.

“Bagusmi pak kalau ada yang kontrol. Biar tidak ada yang main harga,” ujar salah satu pedagang sembako di sudut pasar.
Babinsa tak sekadar tanya harga. Ia memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan distribusi yang bisa memicu gejolak. Pasar tradisional seperti Bilokka adalah jantung ekonomi warga Panca Lautang. Kalau di sini bergetar, rumah tangga ikut goyah.

TNI, lewat peran Babinsa, memang kerap jadi mata dan telinga di lapangan. Bukan hanya urusan keamanan. Tapi juga stabilitas ekonomi rakyat kecil.

“Kami membantu pemerintah daerah menjaga kestabilan harga dan distribusi. Jangan sampai ada kelangkaan atau lonjakan tak wajar,” tegas Sertu Isman.
Selain harga, kebersihan pasar dan ketersediaan stok juga dicek. Sebab, stabilitas bukan hanya soal angka. Tapi juga soal kenyamanan dan keberlanjutan pasokan.

Koramil 01/Panca Lautang memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala. Apalagi menjelang momentum tertentu yang biasanya memicu kenaikan harga.

Untuk sementara, Pasar Bilokka masih terkendali. Minyak belum melonjak. Telur belum “terbang”. Bawang masih bisa ditebus tanpa drama.
Dan ibu-ibu pun bisa pulang dengan kantong belanja yang belum jebol. (*)