📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Tidak selalu perubahan dimulai dari kota besar. Kadang justru dari daerah. Dari Sidrap, mesin itu dinyalakan. Kick off dimulai. Edy Basri resmi menakhodai KJI Sulawesi Selatan periode 2026–2031.
Acara di Taman Wisata Puncak Bila itu, bukan sekadar pelantikan. Ini semacam reboot.
Edy tak mau organisasi yang dipimpinnya hanya jadi tempat kumpul, foto bersama, lalu hilang dari radar publik. Ia ingin KJI Sulsel naik kelas. Level up. Punya positioning yang jelas.
“Kalau organisasi tidak punya arah, ia hanya jadi penonton di tengah derasnya arus informasi,” katanya, pasca pelantikan, Senin, 16 Februari 2026.
Eks jurnalis Harian FAJAR itu paham betul, dunia pers hari ini sedang tidak santai. Ada clickbait. Ada perang algoritma. Ada budaya FOMO yang kadang membuat substansi kalah oleh sensasi. Di situ KJI Sulsel ingin tampil beda.
Bukan anti-digital. Tapi juga bukan latah digital.
“Adaptif itu wajib. Tapi integritas tetap nomor satu. Jangan sampai demi traffic, marwah profesi dikorbankan,” ujar Edy lagi.
Salah satu gebrakan yang disiapkan adalah peluncuran Indeks Transparansi Sulsel 2026. Sebuah instrumen untuk mengukur keterbukaan informasi publik dan respons pejabat terhadap kerja jurnalistik.
Kalau ini berjalan konsisten, kepala daerah akan mulai aware. Tak bisa lagi ghosting wartawan seenaknya.
Edy merujuk pada mandat pers dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Fungsi kontrol sosial bukan sekadar jargon. Ia harus terasa.
“Kolaboratif bukan berarti kompromi nilai. Kritis bukan berarti bermusuhan. Kredibel itu soal konsistensi,” tegasnya.
Selain itu, KJI Sulsel juga menyiapkan Journalism Leadership Forum. Forum kaderisasi yang membahas etika, investigasi, hingga tantangan kecerdasan buatan dalam jurnalisme.
Edy tak ingin jurnalis Sulsel gagap teknologi. Tapi ia juga tak ingin jurnalisme kehilangan ruhnya.
“AI boleh membantu. Tapi nurani tetap milik manusia,” katanya.
Tak ketinggalan, pendekatan digital akan digarap lewat podcast dan talkshow bertajuk “Ruang Integritas”. Formatnya dialog substantif lintas sektor. Bukan debat kusir. Bukan adu sensasi.
Pelantikan di Sidrap menjadi simbol.
Bahwa perubahan tidak harus menunggu panggung besar. Dari daerah pun bisa lahir agenda besar.
Periode 2026–2031 kini resmi berjalan. Edy Basri sudah memasang standar tinggi.
Targetnya jelas: KJI Sulsel bukan hanya eksis, tapi punya impact. Bukan sekadar terdengar, tapi terasa.
Dari Sidrap, pesan itu dilepas.
Naik kelas atau jalan di tempat. Waktu yang akan menjawab. (*)






Tinggalkan Balasan