📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSIDRAP, Katasulsel.com — Puncak Bila kembali bikin langkah berani. Di atas perbukitan yang selama ini jadi magnet swafoto, pengelola menyiapkan satu ikon baru: bola raksasa.
Bukan sekadar ornamen.
Ini landmark. Ini statement.
Struktur monumental itu akan berdiri megah di pucuk bukit, menghadap hamparan alam Kabupaten Sidenreng Rappang. Jika rampung, siluetnya bakal langsung jadi penanda baru di bentang langit Sidrap.
Targetnya jelas: menjadi landmark baru di Sulawesi Selatan sekaligus mempertegas identitas Puncak Bila sebagai destinasi alam-modern.
Konsepnya tidak main-main. Modern, tetapi tetap menyatu dengan panorama pegunungan. Bukan bangunan yang merusak lanskap, melainkan memperkuat visual kawasan.
Selain menjadi daya tarik utama, bola raksasa itu juga diarahkan sebagai pusat aktivitas wisata dan titik pandang premium. Melengkapi wahana sepeda raksasa yang lebih dulu jadi favorit pengunjung.
Owner Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halim, S.Th.I., M.Hum., menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar pengembangan kawasan wisata berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berkelas. Bola raksasa ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol komitmen kami untuk memajukan pariwisata Sidrap. Kami berharap ikon ini mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran ikon baru ini diharapkan memberi efek domino terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Kunjungan meningkat. Peluang usaha terbuka. UMKM dan ekonomi kreatif tumbuh lebih agresif.
Dari sisi teknis, proyek ini digarap serius. Kontraktor pelaksana, Mas Asep Adi Setiyoko dari Yogyakarta, memastikan seluruh proses pembangunan dirancang dengan perencanaan matang.
“Dalam pengerjaan ini, kami sangat memperhatikan detail struktur agar konstruksi kokoh, aman, dan tetap estetis.
Target kami bukan hanya menciptakan bangunan monumental, tetapi juga berkualitas untuk jangka panjang serta aman bagi pengunjung,” jelasnya.
Artinya, ini bukan proyek asal jadi. Bukan sekadar mengejar viral. Tapi investasi jangka panjang.
Dukungan pun datang dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Mirna, S.H., M.A.P., S.H., M.A.P. Ia menyambut positif inovasi tersebut karena sejalan dengan arah pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal dan peningkatan daya saing nasional.
“Kami mengapresiasi inisiatif pengelola Puncak Bila yang terus berinovasi menghadirkan daya tarik baru. Kehadiran bola raksasa ini berpotensi menjadi ikon baru yang tidak hanya membanggakan Kabupaten Sidenreng Rappang, tetapi juga memperkaya ragam destinasi unggulan di Sulawesi Selatan. Pemerintah provinsi tentu mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Optimisme serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidenreng Rappang, H. Nasruddin Waris, S.Sos., M.Si.
“Kami berharap keberadaannya mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata,” ujarnya.
Dengan hadirnya bola raksasa ini, Puncak Bila semakin memantapkan diri sebagai kawasan wisata unggulan yang inovatif dan berwawasan lingkungan.
Terlebih, akhir tahun lalu kawasan ini sukses meraih penghargaan sebagai salah satu daya tarik wisata terbaik tingkat nasional.
Puncak Bila tidak sekadar membangun.
Ia sedang membentuk identitas.
Dan bola raksasa itu, jika berdiri sempurna nanti, bisa jadi simbol paling tegas bahwa Sidrap siap bersaing di panggung wisata yang lebih besar. (*)






Tinggalkan Balasan