📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppEnrekang, Katasulsel.com – Aroma Ramadhan mulai terasa. Kalender menunjukkan 1447 Hijriah di depan mata. Di momentum sakral ini, Bupati Enrekang H. M. Yusuf Ritangga bersama Wakil Bupati Andi Tenri Liwang Latinro menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Enrekang.
Pesannya tidak sekadar formalitas tahunan. Lebih dari itu, ada ajakan “upgrade diri” — dari sekadar rutinitas menjadi lompatan spiritual.
“Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Mari kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan mempererat silaturahmi,” ujar Yusuf Ritangga, Rabu (18/02/2026).
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga magrib. Ini adalah momentum recharge iman. Waktu terbaik untuk evaluasi diri. Semacam “rapor spiritual” tahunan bagi setiap pribadi.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas sosial. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika kehidupan yang serba cepat, Ramadhan harus menjadi ruang untuk saling menguatkan. Bukan saling menjatuhkan.
“Tanamkan semangat berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Ramadhan mengajarkan kita menjaga persatuan,” tegasnya.
Nada senada disampaikan Andi Tenri Liwang Latinro. Ia mengingatkan, puasa adalah latihan kesabaran dan keikhlasan. Bukan sekadar ritual, tetapi pembentukan karakter.
“Puasa itu bukan cuma tahan lapar. Ini tentang melatih kesabaran, mengendalikan diri, dan menumbuhkan empati sosial,” ucapnya.
Tenri juga mengajak masyarakat tetap menjaga kesehatan saat menjalankan ibadah. Aktivitas tarawih, tadarus, hingga buka puasa bersama tetap harus dijalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Bagi Pemkab Enrekang, Ramadhan tahun ini juga diisi dengan aksi nyata. Sejumlah program sosial disiapkan. Mulai dari pembagian sembako bagi keluarga kurang mampu, buka puasa bersama sederhana namun bermakna, hingga penguatan kegiatan keagamaan di masjid dan musala.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Ramadhan bukan hanya seremoni ucapan. Tetapi juga kerja konkret. Istilah populernya: bukan cuma vibes religius, tapi juga aksi sosial.
Respons warga pun hangat. Indah, warga Kecamatan Baraka, mengaku tersentuh dengan pesan yang disampaikan pimpinan daerahnya.
“Pesan Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati memberi energi positif. Hati kami makin mantap menyambut Ramadhan,” ujarnya.
Di ujung pernyataannya, Yusuf Ritangga berharap Ramadhan 1447 H menjadi titik balik menuju Enrekang yang lebih religius, lebih solid, dan lebih sejahtera.
Marhaban Ya Ramadhan. Saatnya reset hati, benahi diri, dan perkuat empati. Enrekang bersiap menyambut bulan penuh berkah dengan semangat kebersamaan yang makin on fire. (ZF)







Tinggalkan Balasan