Darwis L — Biro Sulsel EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 23 Lihat semua

ENREKANG, kilatutama.com — Transformasi pendidikan berbasis teknologi mulai dipacu di Kabupaten Enrekang. Program Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran digelar serentak di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, dan Enrekang menjadi salah satu titik penting pelaksanaannya.

Di daerah ini, kegiatan dipusatkan di dua sekolah dasar, yakni SDN 41 Enrekang dan SDN 172 Enrekang, dengan melibatkan puluhan guru yang mendapat penguatan materi pembelajaran digital.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Enrekang, Erik. Turut hadir perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan yang selama ini menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi dalam dua kelas, yakni kelas A dan kelas B. Para guru mendapat berbagai materi penting, termasuk pengenalan dan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran digital di kelas.

Ketua panitia kegiatan, Fitriani Sulaiman, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting bagi guru di daerah.

“Selama ini guru harus ke Makassar untuk mengikuti kegiatan seperti ini. Sekarang justru pihak BBPMP yang datang langsung ke Enrekang. Bahkan ini sudah ketiga kalinya mereka turun melakukan pendampingan di daerah,”

ujarnya.

Menurut Fitriani, kehadiran langsung tim BBPMP memberikan kesempatan lebih luas bagi guru di daerah untuk meningkatkan kompetensi digital tanpa harus meninggalkan sekolah dalam waktu lama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Enrekang, Erik, menegaskan bahwa tantangan guru di era digital semakin kompleks. Teknologi kini telah mengubah cara siswa belajar dan memperoleh informasi.

“Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi. Peran guru sekarang adalah menjadi fasilitator pembelajaran sekaligus penyaring informasi bagi peserta didik,” jelasnya.

Karena itu, Erik meminta para peserta mengikuti pelatihan dengan serius. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada peserta saja, tetapi bisa dibagikan kepada guru lainnya.

“Di Enrekang ada sekitar 4.000 guru. Kita berharap semuanya bisa melek teknologi dan mampu mengembangkan digitalisasi pembelajaran di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Dengan pelatihan ini, pemerintah daerah berharap proses belajar mengajar di sekolah-sekolah Enrekang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi era digital.(ZF)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.