Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 501 Lihat semua

Makassar, Katasulsel.com — Sabtu sore di Makassar terasa berbeda bagi warga perantau asal Luwu Timur.

Di aula Masjid Al-Markaz Al-Islami, ratusan warga diaspora berkumpul. Bukan sekadar buka puasa bersama.

Ada agenda yang lebih besar: menyatukan energi perantau untuk pembangunan daerah.

Acara silaturahmi dan buka puasa bersama itu digelar oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT), Sabtu (14/3/2026).

Sejumlah tokoh hadir.

Mulai dari Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama istrinya, Any Nurbani, hingga mantan Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma.

Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Lutim Jihadin Peruge, jajaran OPD, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa asal Luwu Timur yang sedang menempuh pendidikan di Makassar.

Suasana berlangsung hangat.

Di tengah kegiatan Ramadan itu, Pemkab Lutim juga menampilkan berbagai program unggulan pemerintahan Irwan Bachri Syam–Puspawati Husler (Ibas–Puspa) melalui tayangan visual.

Beberapa program yang disorot antara lain beasiswa gratis bagi pelajar dan mahasiswa, kartu lansia, hingga berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di Luwu Timur.

Bupati Irwan Bachri Syam berharap masyarakat diaspora ikut berperan dalam mendukung

pembangunan daerah.

Menurutnya, warga Luwu Timur di perantauan memiliki jaringan luas dan potensi besar untuk ikut mendorong kemajuan daerah.

“Kami berharap masyarakat Luwu Timur di Makassar tetap memberi dukungan terhadap program pembangunan yang sedang berjalan di daerah,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua KKLT, Abdul Rahman Rauf, yang akrab disapa Dokter Mammang.

Ia menilai kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda Ramadan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Timur yang berada di luar daerah.

“Ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan diaspora,” ujarnya.

Menurut Dokter Mammang, diaspora Luwu Timur di Makassar memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Baik melalui gagasan, jejaring profesional, maupun dukungan terhadap berbagai program pemerintah.

Karena itu, ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan warga perantau terus diperkuat.

Sebab bagi masyarakat Luwu Timur, jarak geografis bukan penghalang untuk tetap berkontribusi membangun kampung halaman. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.