Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 515 Lihat semua

Makassar, Katasulsel.com — Senja mulai turun di Pelabuhan Soekarno-Hatta, dan kapal laut yang akan membawa 500 pemudik ke Surabaya dan Bau-Bau bersiap merapat.

Warga Makassar berdesakan, Senin, 15 Maret 2026, tapi tidak ada riuh yang mengganggu; justru ada rasa haru dan antusias yang sulit disembunyikan.

Tina, 47 tahun, menatap kapal dengan mata berbinar. Bersama suami dan anaknya, ia sudah menanti momen ini selama 26 tahun merantau. “Mudik gratis PLN ini sangat membantu kami. Semoga selalu ada,” katanya, suaranya bergetar sedikit karena kebahagiaan. Di sekitarnya, warga lain tampak sibuk mengatur barang bawaan, membawa koper, tas, dan juga senyum lebar.

Di tepi dermaga, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan salam hangat kepada warga dan petugas PLN.

Ia menyampaikan apresiasi atas program Mudik Aman Berbagi Harapan, yang bukan sekadar mudik gratis, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial PLN terhadap masyarakat.

Senyum dan lambaian tangan warga menjadi jawaban nyata bagi kehadiran pejabat dan perusahaan.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, berjalan di antara pemudik, menanyakan apakah ada yang membutuhkan bantuan. Ia menjelaskan bahwa sejak 2019, PLN rutin menggelar mudik gratis, dan tahun ini sebanyak 500 pemudik diberangkatkan.

“Kami menyiapkan 2.315 personel di 73 posko dan 69 SPKLU di jalur mudik agar masyarakat aman, nyaman, dan perjalanan lancar,” ujarnya.

Para pemudik, dari yang tua hingga muda, tampak antusias.

Beberapa anak kecil memegang merchandise PLN sambil sesekali menunjuk ke kapal, menandakan kegembiraan yang sederhana namun tulus.

Warga mengobrol tentang kampung halaman, tentang keluarga yang menunggu, tentang masakan yang akan disantap saat Lebaran tiba.

Suasana di pelabuhan seperti panggung kecil kehidupan. Ada yang tersenyum menatap kapal, ada yang menahan air mata saat memeluk keluarga sebelum berpisah sementara.

Di tengah keramaian itu, pegawai PLN dan petugas keamanan berkeliling memastikan semuanya tertib. “Ini bukan sekadar mudik gratis, ini tentang kebersamaan, rasa aman, dan senyum masyarakat,” ujar Edyansyah, mengamati interaksi para pemudik.

Kapal mulai bergerak, suara mesin dan deru ombak menjadi latar, sementara warga melambai ke dermaga. Sebagian kecil menatap jauh ke cakrawala, membayangkan kampung halaman yang menunggu.

Di atas kapal, ada Tina dan keluarganya, tersenyum lega, memegang tiket dan merchandise PLN. Ia tahu, perjalanan panjang ini tidak akan mudah, tapi ada sesuatu yang membuatnya ringan: perhatian, kepedulian, dan rasa aman dari PLN yang hadir di tengah mereka.

Program Mudik Bersama BUMN oleh PLN UID Sulselrabar ini lebih dari sekadar transportasi gratis; ini tentang gotong royong, tanggung jawab sosial, dan rasa kemanusiaan.

Setiap kapal yang bergerak, setiap senyum yang tercipta, adalah bukti bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.